Sinopsis Film Gak Ada Matinya, Ketika Kematian Ayah Justru Dianggap Jalan Keluar
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro bersama dengan Ichsan Pratama saat memberikan keterangan kepada awak media, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (3/8/2018).
Harianjogja.com, BANDA ACEH - Peluang PSS Sleman menembus babak semifinal Liga 2 2018 semakin berat.
Hal ini menyusul kekalahan yang dialami oleh skuat Super Elang Jawa di kandang Persiraja dengan skor 2-1 di babak 8 besar Grup B 2018 di Stadion H Dimurtala, Banda Aceh, Kamis (1/11/2018) sore.
Atas hasil ini, PSS sementara harus puas berada di dasar klasemen Grup B dengan 1 poin.
"Kami akui dengan hasil ini peluang kami cukupn berat. Mau tidak mau kami harus sapu bersih tiga pertandingan di kandang," ujar pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro usai pertandingan.
Menurut Seto, secara permainan sejatinya timnya sudah cukup baik. Hanya saja, persoalan komunikasi dan celah di pertahanan menjadi penyebab bagi PSS yang sempat unggul 0-1 melalui Slamet Budiono di menit 38 babak pertama dengan mudah dikalahkan menjadi 2-1.
Gol Zamroni di menit ke-59 dan Andre Abu Bakar di menit ke-90+1 terjadi karena masih adanya celah di lini tengah dan pertahanan.
"Kami sayangkan kenapa terjadi gol di menit akhir. Mungkin konsentrasi lemah dan ini jadi evaluasi bagi kami," terang Seto.
Selain konsentrasi, Seto kembali menyoroti kinerja lini tengah. Sebab, dua gol tersebut tidak perlu terjadi jika lini tengah mampu dengan sempurna menutup pergerakan pemain Persiraja. Akibat celah yang ditinggalkan di lini tengah, membuat Zamroni dan Andre Abu Bakar dengan mudah menembus dan menjebol gawang Ega Rizki.
"Gol tadi bukan sepenuhnya kesalahan pemain belakang, memang konsentrasi perlu dibenahi, namun gol tersebut tercipta juga karena lini tengah. Ada celah di sana. Jika tengah mampu menutup, kemungkinan akan lain," tandas Seto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sinopsis film Gak Ada Matinya, kisah Binsar yang berharap uang asuransi ayahnya menyelamatkan hidupnya, tetapi semuanya berubah.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.