Resmi! Romelu Lukaku Gabung Fenerbahce, Nilai Transfer 6 Juta Euro
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Petugas panpel berusaha membubarkan penonton yang masuk ke lapangan usai pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Kubu PSS Sleman akhirnya angkat bicara perihal pelaporan dari pihak Madura FC mengenai insiden pemukulan pemain dan asisten pelatihnya serta masuknya penonton ke lapangan usai pertandingan kedua kesebelasan digelar.
Manajemen PSS Sleman mengaku siap dengan segala konsekuensi atas kejadian tersebut. Bahkan, petang ini, panitia pelaksana pertandingan PSS Sleman telah datang ke Komisi Disiplin untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
"Iya, panpel ada yang ke Jakarta. Kami bawakan bukti-bukti mengenai kejadian tersebut. Panpel memang dipanggil dan sore ini mereka ketemu," kata Manajer PSS Sleman Sismantoro kepada Harianjogja.com, Kamis (8/11/2018) sore.
Menurut Sismantoro, kejadian tersebut sejatinya tidak perlu terjadi jika pihak Madura FC tidak melakukan provokasi terlebih dahulu. Ia melihat apa yang dilakukan oleh pemain dan ofisial Madura FC yang sengaja memprovokasi membuat sejumlah penonton nekat turun ke lapangan usai pertandingan. Selain itu, akibat provokasi tersebut kejadian tersebut tidak bisa terhindarkan.
"Sejatinya bukan pemukulan. Mereka mengawalinya dengan meludahi. Kami ada buktinya. Dan bukti itu juga dibawa ke Jakarta," tandas Sismantoro.
Sismantoro sendiri mengaku saat ini pihaknya terus menguatkan mental para pemain dan ofisial atas kejadian tersebut. Sebab, besar kemungkinan kejadian yang lebih parah akan dilakukan oleh Madura FC ketika kedua kesebelasan berjumpa pada laga pekan keempat babak 8 besar Grup B Liga 2 2018 digelar di Stadion A Yani, Senin (11/11/2018) mendatang.
"Untuk itu kami minta pemain untuk fokus. Lawan tuan rumah Madura FC kami tetap target poin, demi mengamankan peluang lolos ke babak selanjutnya. Rencana kami bawa 18 pemain dan sekarang sedang kami rapatkan siapa saja yang akan berangkat," ucap Sismantoro.
Sebelumnya, pelatih Madura FC Salahudin meyatakan jika selain dirugikan atas pengesahan bola offside menjadi gol, pihaknya juga mendpatkan perlakukan kurang mengenakkan dari panpel PSS Sleman. Di mana, selepas laga, Salahudin menilai ada pemainnya dan asistennya mendapat bogem mentah dari panitia pelaksana PSS Sleman.
"Selepas laga saya menghadiri sesi konfrensi pres, tapi selepas kembali saya mendapat kabar bahwa pemain saya dan asisten pelatih saya kena pukul," kata Salahudin.
"Tentu kita gak tinggal diam, yang saya tahu manajemen langsung membuat protes akan proses offside tersebut. Kedua protes soal pemukulan yang kami terima," ucap Salahudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.