Quartararo Pilih Honda untuk MotoGP 2027, Bukan Ducati. Kenapa?
Fabio Quartararo menjelaskan alasan memilih Honda untuk MotoGP 2027 meski Ducati masih menjadi salah satu kekuatan utama.
Pelatih PS Tira Nil Maizar bersalaman dengan kiper PSIS Semarang Jandia Eka Putra usai PS Tira ditekuk PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul dengan skor 0-1, Rabu (17/10/2018) sore / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JAKARTA - Usai meraih satu poin di kandang Persija di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, PS Tira memilih untuk langsung fokus menghadapi Sriwijaya FC pada lanjutan Liga 1 2018, Sabtu (17/11/2018) sore mendatang.
Langkah ini dilakukan menyusul diundurnya laga tunda antara PSMS Medan melawan PS Tira. Semula, PS Tira direncanakan akan menjalani laga tunda melawan PSMS Medan di Stadion Pakansari Bogor, Rabu (14/11/2018) sore.
Namun, dalam perkembangannya, laga tunda tersebut diundur pada bulan Desember, karena pihak PSMS menyatakan diri keberatan.
"Ya, mau bagaimana lagi. Pertandingan lawan PSMS diundur. Kepastian silakan tanya ke manajemen. Sekarang kami memilih fokus menghadapi Sriwijaya FC di kandang," kata pelatih PS Tira Nil Maizar kepada Harianjogja.com, Minggu (11/11/2018) siang.
Menurut Nil, pada laga yang akan digelar di Stadion Sultan Agung Bantul tersebut, tidak ada pilihan bagi timnya selain meraih kemenangan. Sebab, raihan tiga poin akan mengantar PS Tira secara perlahan lepas dari zona merah.
"Mudah-mudahan satu poin di kandang Persija kemarin [Sabtu (10/11/2018)] mampu menambah motivasi pemain saat menghadapi Sriwijaya FC," sambung mantan pelatih Semen Padang ini.
Pelatih asal Sumatra Barat ini melihat, meski meraih satu poin di kandang Persija, sejatinya Radanfah Abu Bakr dan kawan-kawan bisa meraih poin penuh pada laga tersebut. Akan tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat tiga peluang manis gagal bersarang ke gawang Persija.
"Ada tiga gol seharusnya bisa terjadi cuman tidak bisa terjadi. Ini yang akan kami perbaiki. Di samping compact defense para pemain nantinya," terang Nil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fabio Quartararo menjelaskan alasan memilih Honda untuk MotoGP 2027 meski Ducati masih menjadi salah satu kekuatan utama.
Wamen ATR Ossy Dermawan mengungkap arahan Nusron Wahid di tengah kasus suap HGB dan gratifikasi di lingkungan ATR/BPN.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.