Timnas Indonesia saat latihan/pssi.org
Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia mendapat lawan yang relatif gampang ditaklukkan, yakni Timor Leste, dalam laga kedua Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (13/11/2018). Timor Leste sedang kacau balau setelah dihabisi Thailand tujuh gol tanpa balas di pertandingan pembuka turnamen pekan lalu.
Saat itu, striker Thailand, Adisak Kraisorn, bahkan enam kali menjebol gawang Timor Leste yang dijaga Aderito Raul Fernandes. Torehan gol tersebut hanya selisih satu dari rekor pencetak gol terbanyak dalam satu laga di Piala AFF atas nama Noh Alam Shah. Bekas striker Singapura yang kini menjadi asisten pelatih Singapura itu mencetak tujuh gol saat timnya menggasak Laos 11-0 dalam Piala AFF 2007.
Pertahanan The Rising Sun, julukan Timor Leste, jelas bakal menjadi bulan-bulanan Indonesia jika mereka tak segera berbenah. Pelatih Timor Leste, Norio Tsukitate, mengaku pusing memikirkan taktik anyar di laga kedua turnamen melawan Merah Putih.
Saat melawan Thailand, Tsukitate sebenarnya sudah meminta pemainnya lebih menyerang dengan menerapkan garis pertahanan tinggi untuk meladeni lawan. Namun yang terjadi justru timnya diberondong banyak gol. “Kami punya masalah di pertahanan. Saya butuh waktu untuk memikirkan hal ini,” ujar Tsukitate seperti dilansir Affsuzukicup.com.
Masalahnya, Timor Leste tak punya cukup waktu untuk beradaptasi dengan taktik baru karena sudah ditunggu Evan Dimas dkk. Tsukitate berharap anak asuhnya tak kehilangan kepercayaan diri pascahasil buruk di laga pertama. Di pertandingan nanti, Indonesia diprediksi bakal all out menyerang untuk memastikan kemenangan pertama mereka di Piala AFF 2018.
Sebagai informasi, ini adalah penampilan perdana Timor Leste di Piala AFF sejak tersingkir di fase grup edisi 2004. Pada lima edisi setelahnya Timor Leste tak pernah mampu lolos kualifikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tags: