Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Arema FC / Liga Indonesia
Harianjogja.com, MALANG - Arema FC memastikkan diri tidak akan menampilkan permainan bertahan saat dijamu oleh PS Tira pada pekan ke-33 Liga 1 2018, Minggu (2/12/2018) sore di Stadion Sultan Agung Bantul.
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic mengisyaratkan timnya tak akan tampil seperti laga-laga tandang sebelumnya. Pelatih Arema FC itu tak menyiapkan taktik defensif yang sukses diterapkan saat menahan imbang Barito Putera dan Bhayangkara FC yang berakhir imbang 0-0.
Biasanya, di laga tandang, Milan akan memasang tiga center back, dua full back yang dibantu oleh dobel gelandang bertahan. Kali ini pelatih asal Serbia itu ingin mengubah pakem tersebut di laga tandang terakhir melawan PS Tira.
"Saat ini sudah kita putuskan, kami tidak akan memainkan taktik dan strategi seperti itu, tentu akan ada perubahan, lihat saja nanti," ujar Milan, dikutip dari laman WeAremania, Kamis (29/11/2018).
Tentu saja, perubahan ini bakal memakan korban salah satu atau dua pemain belakang bakal ditinggal di Malang. Jika Milan memainkan dua center back, bisa jadi Arthur Cunha dan Hamka Hamzah yang jadi pilihan utama, sementara Israel Wamiau, Purwaka Yudhi dan Bagas Adi harus rela salah satu menjadi pemain pelapis.
"Mungkin Bagas bisa bantu tim, tapi untuk saat ini kami punya masalah rumit soal komposisi pemain di posisinya, saya rasa ada banyak pilihan pemain lain," imbuh pelatih 57 tahun tersebut.
Artinya, meski bermain di luar kandang, kali ini Milan bisa dibilang bakal menerapkan sepakbola menyerang. Hal itu terbukti efektif dan berbuah beberapa kemenangan besar di kandang sendiri, seperti saat mereka menggulung Barito Putera 3-1 di laga kandang terakhir.
"Mungkin kami akan menerapkan kembali taktik dan strategi tim seperti laga terakhir kami saat bermain di kandang kemarin," tegasnya.
Sementara gelandang Arema FC Makan Konate mengaku ogah membantu PS Tira dan Sriwijaya FC pada dua laga pamungkas yang dijalani oleh Singo Edan.
"Saya pikir mereka lebih semangat karena sedang berjuang keluar dari zona degradasi, jadi kita lebih semangat, dan terpenting harus fokus, biar bisa mendapatkan poin," kata Konate.
Andai mau \'mengalah\' dari PS Tira dan Sriwijaya FC, mungkin Arema bisa menjadi juru selamat bagi kedua tim dari ancaman degradasi. Namun pantang bagi Konate untuk memberikan poin secara cuma-cuma kepada dua klub tersebut, meski saat ini posisi Arema sudah terbilang aman di papan tengah klasemen sementara.
"Saya tidak tahu seperti apa hasilnya, tapi kita harus bermain fokus ke pertandingan, bukan untuk bantu tim lain, kalau kita bisa menang tentu harus menang, bukan malah memberi bantuan atau bagaimana, karena kami bermain untuk Arema, bukan tim lain," tegas pemain asal Mali itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.