Beasiswa BPI GTK 2026 Dibuka, Guru dan Calon Guru Bisa Kuliah Gratis
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Arema FC / Liga Indonesia
Harianjogja.com, MALANG - Arema FC memastikkan diri tidak akan menampilkan permainan bertahan saat dijamu oleh PS Tira pada pekan ke-33 Liga 1 2018, Minggu (2/12/2018) sore di Stadion Sultan Agung Bantul.
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic mengisyaratkan timnya tak akan tampil seperti laga-laga tandang sebelumnya. Pelatih Arema FC itu tak menyiapkan taktik defensif yang sukses diterapkan saat menahan imbang Barito Putera dan Bhayangkara FC yang berakhir imbang 0-0.
Biasanya, di laga tandang, Milan akan memasang tiga center back, dua full back yang dibantu oleh dobel gelandang bertahan. Kali ini pelatih asal Serbia itu ingin mengubah pakem tersebut di laga tandang terakhir melawan PS Tira.
"Saat ini sudah kita putuskan, kami tidak akan memainkan taktik dan strategi seperti itu, tentu akan ada perubahan, lihat saja nanti," ujar Milan, dikutip dari laman WeAremania, Kamis (29/11/2018).
Tentu saja, perubahan ini bakal memakan korban salah satu atau dua pemain belakang bakal ditinggal di Malang. Jika Milan memainkan dua center back, bisa jadi Arthur Cunha dan Hamka Hamzah yang jadi pilihan utama, sementara Israel Wamiau, Purwaka Yudhi dan Bagas Adi harus rela salah satu menjadi pemain pelapis.
"Mungkin Bagas bisa bantu tim, tapi untuk saat ini kami punya masalah rumit soal komposisi pemain di posisinya, saya rasa ada banyak pilihan pemain lain," imbuh pelatih 57 tahun tersebut.
Artinya, meski bermain di luar kandang, kali ini Milan bisa dibilang bakal menerapkan sepakbola menyerang. Hal itu terbukti efektif dan berbuah beberapa kemenangan besar di kandang sendiri, seperti saat mereka menggulung Barito Putera 3-1 di laga kandang terakhir.
"Mungkin kami akan menerapkan kembali taktik dan strategi tim seperti laga terakhir kami saat bermain di kandang kemarin," tegasnya.
Sementara gelandang Arema FC Makan Konate mengaku ogah membantu PS Tira dan Sriwijaya FC pada dua laga pamungkas yang dijalani oleh Singo Edan.
"Saya pikir mereka lebih semangat karena sedang berjuang keluar dari zona degradasi, jadi kita lebih semangat, dan terpenting harus fokus, biar bisa mendapatkan poin," kata Konate.
Andai mau \'mengalah\' dari PS Tira dan Sriwijaya FC, mungkin Arema bisa menjadi juru selamat bagi kedua tim dari ancaman degradasi. Namun pantang bagi Konate untuk memberikan poin secara cuma-cuma kepada dua klub tersebut, meski saat ini posisi Arema sudah terbilang aman di papan tengah klasemen sementara.
"Saya tidak tahu seperti apa hasilnya, tapi kita harus bermain fokus ke pertandingan, bukan untuk bantu tim lain, kalau kita bisa menang tentu harus menang, bukan malah memberi bantuan atau bagaimana, karena kami bermain untuk Arema, bukan tim lain," tegas pemain asal Mali itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny