Prediksi 2022: Properti Industri & Logistik Diprediksi Paling Dicari
Konsultan properti global Colliers memprediksi bahwa untuk tahun depan, properti industri dan logistik menjadi aset real estat yang palingb dicari di Asia Pasifik.
Juan Antonio Pizzi/Reuters-Damir Sagolj
Harianjogja.com, JOGJA – Tersisih di Piala Dunia 2018 Juni lalu bukan ihwal menyakitkan untuk Arab Saudi. Namun, di Piala Asia 2019 yang dimulai pada akhir pekan ini, fans banyak berharap tim negeri kaya minyak itu kembali menjadi yang terkuat di turnamen antarbangsa Asia tersebut.
Arab Saudi pernah mendominasi sepak bola Asia dan mencapai enam dari tujuh partai final Piala Asia mulai 1984 hingga 2007. Mereka tiga kali juara.
Namun, kejayaan itu kini tinggal kenangan, dan pada dua edisi terakhir Piala Asia tim berjuluk Elang Hijau itu bahkan tersisih di fase grup.
Juan Antonio Pizzi mengantar tim Arab Saudi ke Piala Dunia Rusia 2018 lalu. Meski kalah 0 - 5 pada pertandingan perdana melawan Rusia, pelatih asal Argenina itu dapat membuat timnya bangkit dan mengalahkan Mesir di laga terakhir grup serta hanya kalah 0 - 1 dari Uruguay.
Saudi telah memainkan lima pertandingan persahabatan sejak Piala Dunia 2018. Arab Saudi kalah 0-2 dari Brasil, tetapi selebihnya mereka tidak terkalahkan meskipun satu-satunya kemenangan hanya didapat saat melawan Yaman.
"Level tim lawan (saat uji coba) sangat bervariasi, jadi cukup memberi efek positif bagi kami sebagai pemain. Tim kami terdiri atas pemain muda dan pemain-pemain berpengalaman, dan kami akan bersama-sama untuk satu tujuan," kata bek Saudi Omar Hawsawi pekan lalu.
Saudi terakhir menjadi juara Piala Asia pada 1996 di Uni Emirat Arab yang tahun ini kembali menjadi tuan rumah turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia itu.
Dengan kondisi stadion dan cuaca yang mirip dengan negara tetangganya itu, Saudi mendapat keuntungan karena seperti bermain di negeri sendiri.
Saudi akan memainkan pertandingan pertamanya di Grup E melawan Korea Utara pada 8 Januari, kemudian melawan Lebanon dan Qatar.
Pemain berpengalaman seperti Hawsawi akan berperan dalam memperkuat fondasi tim, tetapi untuk serangan Arab Saudi akan banyak mengandalkan pemain sayap Yahya Al Sheri dan Fahad Al Muwallad.
Salman Al Faraj yang cukup berperan dalam tim Arab Saudi di Piala Dunia 2018, kemungkinan akan menjadi andalan Pizzi jika pemain berusia 29 tahun itu dapat pulih dari cedera paha.
Pizzi memperkirakan timnya bisa lolos fase grup untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir. Tahun ini tim dalam grup relatif lebih ringan karena pada Piala Asia 2019 ini jumlah tim peserta ditambah menjadi 24 tim.
Jika gagal lagi tentunya dia pun akan dipecat oleh Federasi Sepak Bola Arab Saudi yang dikenal sering gonta-ganti pelatih.
"Pesan saya untuk semua orang adalah mari menikmati kejuaraan ini," kata pelatih yang pernah membawa Cile menjuarai Copa America 2016 itu.
"Ingat, Piala Asia adalah suatu turnamen sepak bola, dan kami berhak berpartisipasi di dalamnya. Kami ingin menunjukkan penampilan level tinggi dan kami telah melakukan persiapan yang bagus," kata Pizzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Konsultan properti global Colliers memprediksi bahwa untuk tahun depan, properti industri dan logistik menjadi aset real estat yang palingb dicari di Asia Pasifik.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.