Gempa Magnitudo 5,2 di Barat Daya Kulonprogo, Terasa Kencang di Jogja dan Sekitarnya
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Maurizio Sarri/Reuters-Matthew Childs
Harianjogja.com, JOGJA—Chelsea kalah 0-1 dari tuan rumah Tottenham dalam semifinal pertama Piala Liga (Carabao Cup) di Stadion Wembley, Rabu (9/1/2018) dini hari WIB gara-gara gol penalti Harry Kane. Kekalahan ini bikin mangkel Pelatih Chelsea Maurizio Sarri lantaran timnya dihukum tendangan penalti setelah wasit melihat tayangan ulang VAR.
Saat pertandingan memasuki menit ke-26, Kana diganjal kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga. Itu jelas pelanggaran. Kontroversi bermula ketika hakim garis mengangkat bendera ketika Kane berlari membawa bola sebelum dilanggar Kepa. Kane dianggap offside. Namun, setelah melihat VAR, wasit memutuskan menunjuk titik putih dan menilai Kane tidak offside. Kane bisa mencetak gol dari titik penalti dan itu menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.
Sarri mengecam keputusan wasit. Setelah laga, dia melihat tayangan ulang dari kamera Chelsea yang dipasang di Wembley.
“Kamera kami sejajar dengan Harry Kane dan dia jelas-jelas offside. Kepala dan lututnya terlihat offside. Mungkin kamera VAR berada di posisi lain. Tetapi dari rekaman video kami, Kanejelas offside,” kata Sarri dikutip Guardian, Rabu.
Dia bahkan menganggap wasit di Inggris tidak bisa memakai VAR dan tak sepenuhnya memahami teknologi tersebut.
“Saya pikir wasit belum siap untuk memakai sistem VAR. Sikap hakim garis dan wasit sangat membingungkan. Dia berhenti berlari dan mengangkat bendera. Wasit juga berhenti berlari dan tidak mengikuti bola sehingga bek kami mengira Kane offside. Seharusnya jika masih bingung, wasit terus saja berlari mengikuti bola dan tak perlu perhenti.
VAR mulai musim ini dipakai di Piala Liga, tetapi belum digunakan di Liga Premier. Sarri tak habis pikir karena VAR hanya dipakai di sebagian kompetisi Inggris.
Pelatih Spurs Mauricio Pochettino juga kurang suka dengan VAR. Menurut dia, kemenangan yang ditentukan dari titik penalti kontroversial sangat tidak memuaskan.
“Kami lega karena bisa menang, tetapi kami jelas tidak senang menang dengan carai seperti ini. Saya pro dengan penggunaan teknologi, tetapi kami harus menunggu sangat lama untuk mengetahui keputusan dari VAR. Di Piala Dunia atau di La Liga, banyak yang tidak puas dengan VAR. Ini bisa membunuh emosi karena menunda pertandingan sampai lima menit,” ucap pelatih kelahiran Argentina tersebut.
Kemenangan memberikan modal kuat bagi Tottenham menyongsong laga semifinal kedua di Stamford Bridge pada Rabu (23/1) dini hari WIB. Semifinal lainnya mempertemukan Manchester City dengan Burton Albion yang akan melakoni laga pertama di Etihad pada Kamis (10/1) dini hari WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa dengan magnitudo 5,2 mengguncang barat daya Kulonprogo, DIY, Jumat (17/3/2023) malam. Gempa terasa kencang sampai ke Kota Jogja dan sejumlah wilayah.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)