MU Tak Lagi Jadi Klub Terkaya di Dunia, Ini Sebabnya

Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho Jum'at, 25 Januari 2019 01:25 WIB
MU Tak Lagi Jadi Klub Terkaya di Dunia, Ini Sebabnya

Gareth Bale, andalan Madrid di lapangan yang berimbas pada pemasukan klub./Reuters-Andrew Boyers

Harianjogja.com, JOGJA – Real Madrid menggeser Manchester United dari puncak daftar klub sepak bola dengan penghasilan tertinggi di dunia. Manchester United (MU) merosot ke posisi ketiga, di bawah Real Madrid dan Barcelona berdasarkan pendapatan untuk musim 2017-2018.

Data keuangan klub sepak  bola itu dirilis perusahaan jasa keuangan Deloitte dalam Football Money League tahunan yang dirilis Kamis (24/1/2019).

Sebelumnya, MU menjadi klub terkaya selama dua dari tiga tahun terakhir dan delapan kali dalam dua dekade terakhir.

Klub-klub di Liga Premier Inggris, yang memiliki pendapatan siaran tertinggi, mengambil enam dari 10 tempat teratas, namun dua tim terbesar Spanyol tersebut menang berkat kepiawaian mereka di Liga Champions dan supremasi di La Liga.

Pergantian posisi klub sepakbola terkaya ini mencerminkan keberuntungan di lapangan yang berbeda antara Setan Merah dan Los Blancos akhir-akhir ini. Madrid telah memenangi Liga Champions selama tiga musim terakhir. Adapun MU melempem di Eropa, tidak pernah bisa melewati babak 16 besar ketika Madrid berkuasa.

Pendapatan tahunan MU juga terpukul oleh penurunan paun. Pendapatan MU naik 1,5% menjadi 590 juta pound), namun tergelincir dengan margin yang sama menjadi 666 juta euro, ungkap Deloitte. Sementara Real Madrid melonjak 11% menjadi 751 juta euro.

"Memenangi Liga Champions tiga kali berturut-turut merupakan hal fenomenal dan Real Madrid adalah merek global premium dalam sepakbola klub," kata Dan Jones, mitra dalam kelompok bisnis olahraga Deloitte, seperti dikutip Bloomberg.

Juru bicara untuk Manchester United mengatakan klub tidak terlalu khawatir terhadap keuangan dari tahun ke tahun dan jelas tim adalah merek olahraga global teratas dalam ukuran apa pun.

Meski begitu, Liga Premier tetap mendominasi penghasilan secara keseluruhan. Ada tiga tim Inggris yang masih menduduki 20 besar, termasuk Newcastle United meskipun dalam masa sulit dan pemilik klub berusaha mencari pembeli.

Adapun Tottenham Hotspur, yang sedang menunggu untuk pindah ke stadion berkapasitas 62.000 penonton, kembali masuk 10 besar untuk pertama kalinya sejak musim 2006-2007.

Sementara itu, klub asal Italia Juventus, yang mengontrak bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo, keluar dari 10 besar untuk pertama kalinya sejak 2010-2011. Pendapatan siaran di Italia yang relatif lebih rendah terhadap liga besar lainnya menjadi salah satu faktor penyebabnya, karena itu berarti klub di Italia harus mencatat kinerja jauh lebih baik dari klub negara lain.

Manchester City dan Paris Saint-Germain, yang didukung oleh pemilik kaya asal Timur Tengah, berada di tempat kelima dan keenam. Klub-klub tersebut menghadapi klaim bahwa mereka telah melanggar aturan permainan yang membatasi pengeluaran pemain, namun keduanya membantah melakukan kesalahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online