Persis Berkandang di Maguwoharjo, Ini yang Akan Dilakukan Suporter untuk Cegah Kericuhan

Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara Rabu, 06 Februari 2019 15:45 WIB
Persis Berkandang di Maguwoharjo, Ini yang Akan Dilakukan Suporter untuk Cegah Kericuhan

Pemain PSS Sidik Saimima mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Persis Solo pada Celebration Game di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1/2019) sore. / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, JOGJA—Persis Solo sudah memilih Stadion Maguwoharjo, Sleman, sebagai kandang sementara untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2019 hingga Oktober nanti.

Suporter Persis menyambut baik keputusan tersebut. Sebelumnya, Persis hampir memastikan akan bermarkas di Stadion Patriot. Namun gelombang protes dari suporter Persis direspons manajemen dengan melakukan survei di setidaknya lima stadion lain, termasuk Maguwoharjo hingga kandang Persis musim lalu, Stadion Wilis.

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, mengapresiasi manajemen yang mau mendengar suara suporter. “Tentu kami sangat senang akhirnya tidak jadi ke Bekasi,” ujar Rio, sapaan akrabnya, Selasa (5/2/2019).

Rio bakal membuat sistem baru agar seluruh suporter bisa berangkat bersamaan untuk menghindari kericuhan antarsuporter dalam perjalanan. Perjalanan rombongan suporter Persis Solo ke Sleman sangat risakan karena beberapa waktu lalu sempat ada insiden yang menewaskan suporter seusai celebration game PSS melawan Persis di Sleman.

Menurut Rio, berangkat bersamaan bisa meminimalkan konflik. “Ini bisa mengurangi potensi insiden daripada suporter berangkat terpisah-pisah.”

Perwakilan Surakartans, Arya Dita, menngatakan pemilihan Maguwoharjo jelas bakal meningkatkan animo suporter untuk mendukung tim. “Jarak ke Jogja tentu lebih dekat ketimbang ke Madiun dan Bekasi.”

Sebelumnya, Sekjen Persis, Dedy M. Lawe, dalam jumpa pers di Mes Persis, Karangasem, Selasa, mengatakan Maguwoharjo menjadi kandang sementara Persis hingga renovasi Stadion Manahan selesai akhir September atau awal Oktober. Jika kompetisi diperkirakan dimulai Mei, Persis praktis hanya berada di Sleman sekitar enam bulan. “Nanti kalau renovasi Stadion Manahan sudah selesai, kami akan kembali ke Solo,” ujar Dedy.

Dedy mengatakan Maguwoharjo menjadi pilihan realistis karena kapasitas penontonnya relatif besar, mencapai 31.700 orang. “Kami butuh stadion berdaya tampung besar untuk mewadahi animo suporter. Maguwoharjo jelas sangat representatif untuk itu,” ujar Dedy.

Aksesibilitas juga menjadi pertimbangan manajemen memilih stadion yang berjuluk Mini San Siro itu. Jarak Solo-Jogja yang bisa ditempuh maksimal 1,5 jam jelas memudahkan suporter untuk mendukung Laskar Sambernyawa. Dedy menyebut pemangku kepentingan di Sleman, manajemen PSS maupun pendukung PSS (Brigata Curva Sud dan Slemania) juga menyambut baik rencana homebase Persis di Maguwoharjo. 

“Kami tahu beberapa waktu lalu sempat ada insiden yang menewaskan suporter [seusai celebration game PSS melawan Persis di Sleman]. Namun kami akan berkoordasi dengan pihak berkepentingan, termasuk Kapolda Jogja untuk mengatur pengamanan. Mas Langgeng Jatmiko [Manajer Persis] rencananya akan ke Jogja besok Kamis [7/2/2019],” kata Dedy.

Meski bakal bermarkas di Maguwoharjo, Persis dipastikan tetap menggelar latihan rutin di Solo dan sekitarnya. Persis juga masih akan memakai bangunan di Karangasem sebagai mes pemain musim ini

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online