AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Sismantoro / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Eks Manajer PSS Sleman Sismantoro menyatakan dirinya sempat dikonfrontir dan duduk bersama dengan mantan anggota Komite Eksekutif (exco) PSSI, Hidayat saat dimintai keterangan di Bareskrim Mabes Polri, Rabu (13/2/2019).
"Saya diperiksa sekitar dua jam. Di sana, saya juga ditemukan [dengan Hidayat] juga disana. Di sana, saya jadi saksi terkait dengan dugaan penyuapan di pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC tanggal 2 Mei," kata Sismantoro, Kamis (14/2/2019).
Menurut Sismantoro, saat dipertemukan dengan Hidayat, dirinya menyampaikan jika tidak mengenal mantan Exco PSSI tersebut. Begitu juga dengan Hidayat yang mengaku tidak mengenali Sismantoro.
"Ya, saya sampaikan apa adanya. Lha ya, saya enggak kenal, Pak Hidayat juga enggak kenal saya. Kebetulan kemarin dia diperiksa. Saya pulang, dia juga masih diperiksa, kok," lanjut Sismantoro.
Sismantoro menambahkan, pemeriksaan terhadap dirinya kali ini adalah kali pertama. Pada pemeriksaan tersebut, dirinya juga sempat diminta menyerahkan dokumen terkait posisinya sebagai manajer PSS Sleman 2018.
"Kemarin saya enggak sempat bawa. Saya hanya tinggal menyerahkan SK saya, berupa dokumen pengangkatan saya sebagai manajer PSS Sleman," lanjut dia.
Pada kesempatan yang sama, Sismantoro juga menegaskan jika dirinya mendukung langkah Satgas Antimafia Bola terkait pengusutan kasus dugaan pengaturan skor, dengan pertimbangan untuk perbaikan sepakbola nasional.
PSS dijadikan korban
Sementara terkait dengan tuduhan dari Vigit Waluyo yang menyatakan PSS lolos ke Liga 1 dan menjadi juara Liga 2 2018 karena dibantu dimuluskan jalannya, Sismantoro menyatakan hal itu tidak benar. Kepala desa Candibinangun, Pakem Sleman ini justru menilai jika PSS dikorbankan.
"PSS Sleman juara (Liga 2 2018) ngerti sendiri kan, materi pemain PSS. Saya melihat PSS menjadi korban, (ada pihak) memanfaatkan tim yang bagus," terang Sismantoro.
"Kalau saya menyimpulkan PSS Sleman itu jadi korban, korban (dari pihak) yang memanfaatkan kelebihan PSS Sleman di dalam tim itu. Jadi yang perlu digali, siapa yang memanfaatkan, kan gitu," tandas Sismantoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.