Gempa M7,1 Jepang Diduga Berkaitan dengan Sesar Lama 2016
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
Satgas Anti Mafia Bola menggeledah kediaman PLT Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, Jumat (15/2/2019) dini hari WIB, di Jakarta Selatan. /Ist-dok. kepolisian
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor sepakbola. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjelaskan kronologinya.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Praseyto saat jumpa pers di gedung Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/2/2019) menyatakan bahwa penetapan Joko Driyono sebagai tersangka berawal dari ditetapkannya terlebih dahulu tiga tersangka.
Tiga tersangka itu, yakni Muhammad Mardani alias Dani sopir Joko Driyono, Musmuliadi alias Mus seorang pesuruh di PT Persija, dan Abdul Gofar pesuruh di PSSI.
"Ketiga tersangka tersebut terkait masalah kasus perusakan kemudian pencurian barang bukti di lokasi atau tempat yang jadi sasaran penggeledahan dan penyitaan satgas anti mafia bola," ucap Dedi.
Berangkat dari pemeriksaan tiga orang tersangka tersebut, kata dia, kemudian satgas anti mafia bola menemukan tersangka baru lagi.
"Tiga pelaku itu memiliki aktor intelektual, aktor intelektual itu lah dalam proses pemeriksaan oleh satgas ditemukan saudara J atau Jokdri ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara," kata dia.
Sebagai aktor intelektual, ungkap Dedi, Joko Driyono diduga menyuruh dan memerintahkan tiga orang tersebut. "Melakukan pencurian, perusakan \'police line\', masuk ke rumah tanpa izin, mengambil laptop, mengambil dokumen-dokumen yang terkait masalah barang bukti yang akan digunakan oleh satgas untuk membongkar \'match fixing\' yang ada di beberapa liga. Itu aktor intelektualnya saudara J," ujarnya.
Menurut dia, setelah menetapkan tersangka terhadap Joko Driyono selanjutnya satgas anti mafia bola melakukan langkah-langkah hukum berikutnya, yaitu melakukan penggeledahan.
"Kemarin sudah dilakukan penggeledahan di Apartemen Taman Rasuna Tower 6 lantai 18 hari Kamis (14/2/2019) malam. Dalam penggeledahan ada sejumlah 75 barang bukti yang berhasil disita oleh satgas," tuturnya.
Dari 75 barang bukti tersebut, lanjut Dedi, dilakukan audit kemudian dilakukan "assessment" yang tambah menguatkan bukti-bukti pendukung dalam rangka untuk menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka.
"Dan sekaligus pada Jumat kemarin dari satgas langsung melayangkan surat ke Dirjen Imigrasi untuk melakukan pencekalan terhadap saudara J selama 20 hari ke depan dalam rangka untuk pemeriksaan yang bersangkutan," ucap Dedi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.