Preview Lazio Vs Roma: Kembali Dipanaskan Sentimen Anti-Yahudi

Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara Sabtu, 02 Maret 2019 12:50 WIB
Preview Lazio Vs Roma: Kembali Dipanaskan Sentimen Anti-Yahudi

Nicolo Zaniolo/Reuters-Alberto Lingria

Harianjogja.com, JOGJA—Derby della Capitale antara Lazio melawan AS Roma di Olimpico, Minggu (3/3) dini hari pukul 02.30 WIB nanti kembali direcoki persoalan politik.

Dua hari sebelum pertandingan coretan bertuliskan “Romanista Anna Frank” muncul di dinding kawasan Circo Massimo, Roma. Tulisan itu juga dibubuhi lambang swastika yang merupakan simbol Nazi pimpinan Adolf Hitler. Anne Frank, gadis cilik keturunan Yahudi yang menjadi korban holocaust Jerman kerap digunakan pendukung garis keras Lazio untuk mengolok-olok AS Roma.

Pada 2017 kampanye antisemit juga dilakukan Laziale dengan menggambar wajah Anne Frank di dinding Stadion Olimpico dengan mengenakan jersey Roma. Para suporter Lazio menggambarkan Roma sebagai bagian dari kelompok sayap kiri dan Yahudi sehingga harus diperangi. Dua tahun berlalu, kampanye rasis itu kembali terulang di jantung Ibu Kota Italia.

“Tulisan di dinding Circo Massimo membikin saya khawatir. Itu bukanlah cara untuk mendukung klub, itu bukan sepak bola,” ujar Wali Kota Roma, Virginia Raggi, seperti dilansir footballitalia.net, Jumat (1/3/2019).

Presiden Lazio, Nicola Zingaretti, juga sependapat bahwa kampanye antisemit tidak boleh mendapat tempat di Derby della Capitale, sekali pun dengan kedok rivalitas tim. “Derby Roma harus menjadi momen partisipasi, kompetisi, respek dan juga humor,” ujarnya.

Terlepas dari hal tersebut, situasi panas di luar lapangan berpotensi menular di lapangan hijau. Laga ini memang tak cuma memperebutkan gengsi Ibu Kota, kedua tim juga sama-sama berupaya mengejar tiket ke empat besar klasemen akhir Liga Seri-A.

Roma kini sedikit unggul yaitu menempati peringkat kelima dengan 44 poin dari 25 laga, tertinggal satu angka dari AC Milan yang ada di urutan keempat. Sedangkan Lazio yang baru memainkan 24 pertandingan ada di posisi keenam dengan 38 poin. Belakangan Lazio menunjukkan tren menurun dengan tak pernah menang dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Setelah jeda musim dingin, tim arahan Simone Inzaghi itu cuma menang tiga kali dari 10 laga di semua ajang. Tak cuma itu, mereka juga mandul dengan hanya mengemas 10 gol dari 10 laga terakhir.

Di sisi lain, Roma justru mampu memenangi empat laga terbarunya. Performa Edin Dzeko yang sudah mengemas lima gol dan dua assist di tujuh laga terakhir menjadi salah satu faktor moncernya Giallorossi.

Namun ketajaman Dzeko akan diuji saat melawan Si Elang, julukan Lazio. Maklum, eks striker Wolfsburg itu baru dua kali menjebol gawang Lazio dalam sembilan penampilan di semua kompetisi. Bandingkan saja dengan striker Lazio, Ciro Immobile, yang mampu mencetak tujuh gol dalam 10 penampilan di Derby della Capitale. “Ini bakal melebihi laga-laga yang lain. Kami tidak takut dengan Lazio,” ujar gelandang Roma, Steven Nzonzi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online