Liga Champions: Pelatih PSG Enggan Salahkan VAR meski Merasakan Kekejaman Keputusan Wasit

Akhirul Anwar
Akhirul Anwar Kamis, 07 Maret 2019 13:25 WIB
Liga Champions: Pelatih PSG Enggan Salahkan VAR meski Merasakan Kekejaman Keputusan Wasit

Marcus Rashford merangkul Kylian Mbappe seusai pertandingan di Parc des Princes./Reuters-Christian Hartmann

Harianjogja.com, JOGJA - Pelatih PSG Thomas Tuchel enggan menyalahkan VAR setelah timnya terlempar secara tragis dari Liga Champions.

Tuchel mengaku sebagai pendukung VAR sehingga tidak menyalahkan keputusan wasit Damir Skomina dari Slovania yang memberikan hadiah penalti kepada Manchester Unuted setelah Presnel Kimpembe menyentuh bola di kotak terlarang saat memasuki injury time.

"Saya adalah pendukung besar VAR dan saya tetap pendukung besar VAR," katanya setelah pertandingan PSG vs MU dengan hasil akhir 1-3 di stadion Parc Des Princes seperti dikutip dari France24.com, Kamis (7/3/2019).

PSG yang unggul 2-0 pada leg pertama di Old Trafford sebenarnya masih unggul agregat menjelang waktu normal babak kedua usai. Tetapi situasi berubah ketika wasit menangguhkan pertandingan seusai tembakan Diogo Dalot membentur Presnel Kimpembe dan melihat VAR lalu menunjuk titik putih.

"Dari sudut pandang saya, saya melihat Dalot melakukan tembakan. Saya melihat bola melesat lurus dari kakinya dan ini jelas, ini melebihi garis [masuk kotak penalti]," kata Tuchel.

"Di lapangan terjadi diskusi sebelum mengambil keputusan dan saya pikir ini keputusannya 50-50," ujarnya.

"Yang membuat sangat sulit adalah saya memiliki perasaan yang jelas bahwa tembakan itu tidak tepat sasaran, dan [bertujuan] untuk mendapatkan hadiah penalti. Ini tidak logis," katanya.

Romelu Lukaku sebelumnya sudah mencetak sepasang gol pada babak pertama dan memberikan tim tamu harapan peluang menang. Tetapi Juan Bernat mencetak gol untuk mengubah situasi dengan agregat 3-2. 

Situasi berubah setelah Marcus Rashford berhasil menunaikan tugas tendangan penalti di menit 90+3 dan mengubah agregat menjadi 3-3. MU lolos ke babak perempatfinal setelah unggul gol laga tandang.  

PSG kini menjadi pemimpin di Ligue 1 Prancis. Tetapi ini menjadi tahun ketiga berturut-turut PSG terpental dari Liga Champions di babak 16 besar.

"Jika ini adalah pertandingan liga [Ligue 1], Anda akan mengabaikannha, tetapi hari ini mengerikan dan kejam," ujar Tuchel.

"Ini terjadi sekali dalam 100 pertandingan. Kita tidak layak keluar setelah 180 menit, tetapi itu tidak mudah untuk ditangani," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online