Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Cristiano Ronaldo/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Cristiano Ronaldo tak ubahnya pohon uang karena dari ujung kepala hingga ujung kakinya bisa mendatangkan fulus.
Ronaldo tidak hanya bergemilang uang karena pendapatannya sebagai pesepak bola. Megabintang asal Portugal ini juga piawai dalam mengelola berbagai macam bisnis, dari perhotelan, parfum, sepatu, hingga pakaian dalam. Baru-baru ini, kerajaan bisnis Ronaldo merambah ke klinik transplantasi rambut yang diberi nama Insparya.
Ya, eks pemain Manchester United dan Real Madrid itu telah membangun 10 klinik transplantasi rambut itu di Portugal. Dia membuat sekitar 35.000 transplantasi dengan durasi perawatan sekitar enam jam dengan banderol 4.000 euro (Rp64,4 juta) hingga 7.000 euro (Rp112,7 juta)!
Nah, ternyata Ronaldo tidak puas hanya dengan mengembangkan bisnis untuk mengatasi kebotakan tersebut di Portugal. Dia memperluas pasar dengan membuka waralaba Insparya di Spanyol. Dia memperkenalkan klinik barunya di Negeri Matador, Selasa (19/3/2019). Sebanyak 50 pesen keuntungannya akan masuk ke kantong Ronaldo.
"Alopecia [ kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri] merupakan masalah yang sangat besar di Eropa dan penjuru dunia dan kami ingin membantu orang-orang untuk menghargai diri sendiri dan tidak merasa malu datang ke kami," ujar Ronaldo, seperti dilansir marca.com, Rabu (20/3/2019).
"Setiap orang senang memperdulikan citra mereka dan saya adalah contohnya, dan ini alasannya ketika Paulo [Ramos, CEO Grup Insparya] memberi tahuku tentang proyek ini, saya menyadari ini sesuatu yang unik," imbuhnya.
Ronaldo mengaklim kliniknya di Spanyol ini bisa membantu perekonomian di Negeri Matador. "Proyek ini akan menjadi sukses, kami ingin membantu orang-orang Spanyol [yang mengalami masalah kebotakan] dan perekonomian Spanyol," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta