Preview MU Vs Barcelona: DNA Eropa United Tak Bisa Diremehkan

Hanifah Kusumastuti
Hanifah Kusumastuti Rabu, 10 April 2019 16:52 WIB
Preview MU Vs Barcelona: DNA Eropa United Tak Bisa Diremehkan

Phil Jones (kiri) dan Paul Pogba./Reuters-Jason Cairnduff

Harianjogja.com, JOGJA—Barca lebih difavoritkan meski berstatus sebagai tim tamu ketika melawat ke kandang Manchester United pada leg pertama perempat final Liga Champions, di Old Trafford, Manchester, Kamis (11/4) pukul 02.00 WIB. Salah satu ukurannya yakni performa kedua tim di liga domestik musim ini.

Barca melesat di puncak klasemen sementara Liga Primera dengan keunggulan 11 poin dari Atletico Madrid yang menjadi rival terdekat mereka dalam enam laga tersisa. Bisa dikatakan, Barca hanya tinggal menunggu waktu untuk mempertahankan gelar juara. Sedangkan United masih terseok-seok di posisi keenam klasemen sementara.

Namun, Liga Champions adalah panggung yang berbeda dibandingkan liga domestik. Sama seperti Barca, United juga memiliki DNA Eropa. Bahkan musim ini, anak buah Ole Gunnar Solskjaer menunjukkannya ketika menyingkirkan tim bertabur bintang Paris Saint Germain (PSG) pada babak 16 besar.

"Ketika kami melihat Barca dari hasil undian, kami tersenyum karena itu tantangan lain bagi kami dan kami akan menghadapinya dengan kepala tegak," ujar Solskjaer yang belum lama ini statusnya sebagai pematih United dipermanenkan, seperti dilansir uefa.com, Selasa (9/4/2019).

Solskjaer sendiri memiliki keyakinan besar timnya mampu menundukkan Barca. United pernah membuktikan mampu menyingkirkan Barca dengan agregat 1-0 pada semifinal Liga Champions 2008/2009. Dalam pertemuan di Old Trafford, United menang 1-0 lewat gol semata wayang yang dilesakkan Paul Scholes.

Namun, dalam dua pertemuan selanjutnya, Setan Merah selalu keok di tangan Barca. Tragisnya, dua perjumpaan itu terjadi di babak final. United dikandaskan raksasa Catalan polesan Josep Guardiola 0-2 pada babak pamungkas di Olimpico, Roma, Mei 2009. Sekitar tiga tahun kemudian, mereka kembali takluk 1-3 dari Blaugrana pada final di Wembley, Mei 2011.

"Kami pernah bertemu mereka di final pada 2009 dan 2011, dan semifinal 2008 ketika Scholesy [sapaan Scholes] mencetak gol," kenang Solskjaer.

Solskjaer siap menurunkan gelandang Paul Pogba. Pemain yang pernah diisukan bakal dibeli Barcelona ini diharapkan mampu mengkreasi permainan United dan memenangi penguasaan bola melawan gelandang-gelandang kelas wahid milik Blaugrana.

Yang paling membikin cemas United yakni pertahanan mereka. Sudah menjadi rahasia umum jika duet bek sentral Setan Merah, Chris Smalling dan Phil Jones, kerap membuat "lelucon" di lini belakang. Terbaru, kekonyolan mereka diperlihatkan ketika United kalah 1-2 di markas Wolverhampton Wanderers, medio pekan lalu. Jones yang hendak membuang bola dari kotak pertahanan timnya justru "memberi" assist cuma-cuma kepada Smalling untuk mencetak gol bunuh diri. Lantas bagaimana mereka akan menghadapi Lionel Messi dan Luis Suarez yang masing-masing moncer dengan 43 gol dan 26 gol di semua kompetisi musim ini?

"Messi pemain yang fantastis dan dia mencetak sejarah sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Dia akan sulit dihentikan tetapi itu tidak pernah mustahil [menghentikannya]," jelas Solskjaer.

Sementara itu, gelandang Barca, Sergio Busquets, ingin menjadikan pengalaman manisnya memenangi dua final Liga Champions malawan United sebagai inspirasi dalam duel di Old Trafford nanti. Busquets menilai filosofi permainan kedua tim cukup berbeda. "Permainan mereka lebih banyak mengandalkan fisik dan serangan balik," ulas Busquets.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online