Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Pengunjung berfoto di booth yang disediakan oleh panitia Parangtritis National Surfing Competition, Kamis (11/4/2019).
Harianjogja.com, BANTUL—Untuk kali pertama, Kabupaten Bantul menggelar kompetisi surfing (selancar) tingkat nasional. Kompetisi itu digelar selama dua hari mulai Kamis (11/4) di Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Kwintarto Hadi Prabowo mengatakan dari beberapa kajian, Pantai Parangtritis sebenarnya terbilang mustahil dijadikan venue olahraga surfing.
“Hari ini sebenarnya adalah uji coba kompetisi surfing yang pertama kalinya di sini [Parangtritis]. Mengingat ombaknya yang seperti itu [ombak yang sangat besar], kami sempat tidak percaya apakah di sini aman untuk kegiatan surfing,” kata Kwintarto ketika ditemui Harian Jogja, Kamis (11/4/2019).
Selain ombak yang tinggi, banyaknya palung laut yang berada di pesisir Pantai Parangtritis juga membahayakan para peselancar. Hal itulah yang lantas menurut Kwintarto menjadi alasan Pemkab ragu-ragu untuk menggelar kompetisi olahraga ekstrem tersebut di Pantai Parangtritis.
“Namun setelah konsultasi kepada beberapa kawan yang ahli di bidangnya, ternyata di sini sangat aman, baru lah kami setuju untuk diadakan kompetisi surfing secara nasional,” katanya.
Acara bertajuk Parangtritis National Surfing Competition kemudian digelar, diikuti oleh 150 peserta. Mereka memperebutkan hadiah dengan total mencapai Rp20 juta.
“Mudah-mudahan berjalan lancar, jika kompetisi pertama ini berjalan lancar, akan kami pastikan kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin tahunan agar Pantai Parangtrtitis bisa go international,” lanjut Kwintarto.
Salah satu peserta asal Swedia, Mark Dorian mengatakan Pantai Parangtritis memiliki ombak yang sangat stabil untuk berselancar. Ombak di pantai itu menurut dia sangat mendukung bagi para peselancar untuk memainkan trik-trik surfing.
“Di sini ombaknya sangat bagus dan stabil, inilah ombak yang paling digemari oleh para pemain surfing. Kami para peselancar bisa leluasa untuk bermain jika ombaknya sestabil dan sebagus ini,” kata Mark.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia aman hingga akhir 2026 meski konflik global memengaruhi harga energi.