Liga Europa: Lolos ke Semifinal, Arsenal Punya Rekor Paling Jelek

Hanifah Kusumastuti
Hanifah Kusumastuti Sabtu, 20 April 2019 00:57 WIB
Liga Europa: Lolos ke Semifinal, Arsenal Punya Rekor Paling Jelek

Unai Emery/Reuters-John Sibley

Harianjogja.com, JOGJA—Arsenal punya rekor jelek di Eropa. Dari empat semifinalis Liga Europa musim ini, hanya Arsenal yang belum pernah mencicipi gelar juara di turnamen kasta kedua Eropa tersebut.

Pencapaian terbaik Arsenal di turnamen ini yakni sebagai runner-up pada 1999/2000. The Gunners dipecundangi wakil Turki, Galatasary, lewat drama adu penalti di babak final ketika turnamen ini masih bernama Piala UEFA sekitar 19 tahun lalu. Sedangkan tiga semifinalis lainnya, Chelsea, Valencia, dan Eintracht Frankfurt masing-masing pernah sekali mengangkat gelar di turnamen ini. Chelsea menyabetnya pada 2012/2013, Valencia meraihnya pada 2003/2004, sementara Frankfurt menjadi juara pada 1979/1980.

Namun, musim ini bisa jadi justru bakal menjadi kesempatan Arsenal meraih trofi. Itu karena faktor pengalaman pelatih mereka, Unai Emery, di turnamen kasta kedua Benua Biru tersebut. Pelatih asal Spanyol ini meneruskan peruntungannya di Liga Europa dengan membawa Arsenal lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Napoli dengan agregat 3-0.

Setelah menang 2-0 pada leg pertama di kandang, kesebelasan asal London Utara ini menang 1-0 di kandang Napoli, Stadio San Paolo, Naples, Jumat (19/4) dini hari WIB. Alexandre Lacazette menjadi satu-satunya pencetak gol lewat tendangan bebas brilian pada menit ke-36.

Emery pun semakin mendekati gelar keempatnya di Liga Europa. Sebelumnya, entrenador asal Spanyol berusia 47 tahun ini mempersembahkan hattrick juara bersama Sevilla masing-masing pada  2013/2014, 2014/2015, 2015/2016. Performa hebat Emery di Liga Europa ini sampai-sampai membuat situs media olahraga, Squawka, memlesetkan singkatan UEL (UEFA Europa League) sebagai Unai Emery League alias Liga Unai Emery.

"Ya [pemain merupakan pahlawan malam ini], saya bangga denganpemain dan suporter, yang datang ke sini bersama kami. Kami tunjukkan kami bisa bermain bagus melawan tim bagus, [pemain Arsenal bermain] dengan personalitas bagus," ujar Emery, seperti dilansir dailymail.co.uk.

Nostalgia

Di semifinal nanti, Arsenal bakal bertemu mantan klub binaan Emery, Valencia, yang lolos setelah menyingkirkan tim sesama Spanyol, Villarreal, dengan agregat 5-1. Emery yang menukangi Tim Kelelawar Mestalla, julukan Valencia, pada 2008-2012 tentu tak mau memandang sebelah mata mantan klubnya tersebut.

"Mereka adalah tim yang sangat bagus, yang bekerja dengan sangat bagus dengan pelatih dan beberapa pemain bagus. Itu akan jadi laga berat," jelas Emery.

Nostalgia tak hanya milik Emery. Dua pemain Valencia, Gabriel Paulista dan Francis Coquelin, juga akan bertemu mantan klub mereka, Arsenal. Sayang, Gabriel dan Coquelin harus absen pada leg pertama di kandang Arsenal, Emirates Stadium, Jumat (3/5) dini hari WIB mendatang, karena sanksi akumulasi kartu kuning.

Sementara semifinal lainnya mempertemukan Chelsea melawan Eintracht Frankfurt. The Blues menyingkirkan Slavia Praha dengan agregat kemenangan 5-3 untuk lolos ke babak empat besar. Kesebelasan polesan Maurizio Sarri ini sempat dibuat ketir-ketir pada leg kedua di Stamford Bridge. Pasalnya, tamu mereka, Slavia Praha, sempat berjuang habis-habisan mengejar ketertinggalan hingga 3-4 pada menit ke-54.

Chelsea unggul 4-1 pada babak pertama dengan dua gol Pedro Rodriguez, gol bunuh diri Simon Deli, dan sebiji gol Olivier Giroud. Satu gol Praha di babak ini disumbangkan Tomas Soucek. Di babak kedua, gelandang serang Praha, Petr Sevcik, dua kali merobek gawang Chelsea dalam tempo sekitar tiga menit masing-masing pada menit ke-51 dan ke-54.

"Mereka [Chelsea] butuh pemimpin yang tidak boleh membiarkan itu [kebobolan dua kali dalam waktu singkat] terjadi. Sosok John Terry [mantan kapten Chelsea] diperlukan tim malam ini, itu yang tidak mereka miliki," kritik mantan pelatih Chelsea, Glenn Hoddle, saat diundang sebagai pundit BT Sport.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online