Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Liverpool/Reuters-Lee Smith
Harianjogja.com, JOGJA - Liverpool harus menahan diri untuk tidak terjebak dengan euforia pertemuan kontra Barcelona, Mei 2019 nanti.
Roberto Firmino dkk. harus menghadapi dua laga Liga Premier Inggris dengan melawan Cardiff City dan Huddersfield Town, sebelum mereka melawat ke kandang Barca pada leg pertama.
Duel melawan Cardiff dan Huddersfield memang bukan big match. Namun pertandingan ini tak kalah penting karena bisa mempengaruhi nasib Liverpool di jalur juara Liga Premier musim ini. The Reds, julukan Liverpool, terlibat persaingan sengit dengan Manchester City dalam perebutan titel menjelang detik-detik penutup musim.
"Semua orang berpikir tentang Barcelona namun sebelum bertemu Barcelona, ada Cardiff dan Huddersfield, dan itu sama-sama sangat penting bagi kami," jelas Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, seperti dilansir worldsoccertalk.com, Sabtu (20/4/2019).
Liverpool kehilangan takhta klasemen sementara karena dikudeta City setelah menundukkan Tottenham Hotspur 1-0 di Etihad Stadium, Sabtu. The Reds melorot ke peringkat kedua dengan terpaut satu poin dari rival mereka dari Manchester tersebut, di mana masing-masing tim tinggal menyisakan empat laga.
Maka dari itu, Liverpool tidak boleh tersungkur di markas Cardiff, Cardiff Stadium, Minggu (21/4/2019) pukul 22.00 WIB, jika ingin mewujudkan ambisi mengakhiri paceklik gelar Liga Premier sejak 1990. The Reds selalu melibas Cardiff dalam tiga pertemuan terbaru di Liga Inggris, dengan total melesakkan 13 gol. Di sisi lain, Liverpool juga mengukir tren apik melawan tim promosi, yakni selalu menang dalam sembilan laga terakhir dengan mencetak 27 gol dan hanya kebobolan tiga kali.
Cardiff akan sekuat tenaga agar tidak menjadi korban keganasan Liverpool di Cardiff Stadium. Klub berjuluk The Bluebirds ini sedang bergelut dengan ancaman degradasi. Pasukan Neil Warnock tersebut membuktikan kegigihannya untuk bertahan di Liga Inggris dalam laga terbaru mereka di markas Brighton Hove Albion, akhir pekan lalu. Cardiff menundukkan Brighton 2-0 untuk memutus tren tiga kekalahan beruntun.
Tapi sulit rasanya bagi Cardiff untuk meraih kemenangan atas Liverpool. Kali terakhir The Bluebirds bisa menundukkan tim asal Merseyside itu yakni terjadi pada 1959. Tak tanggung-tanggung, Cardiff membantai Liverpool 4-0. Itu menjadi momen yang sulit dilupakan menodai debut Bill Shakly sebagai pelatih The Reds. Sejak itu, gantian Cardiff yang menjadi bulan-bulanan The Reds. Dalam pertemuan tergres kedua tim, The Bluebirds dipermalukan 1-4 di kandang Liverpool, Oktober lalu.
"Saya benci kebobolan lima gol seperti yang pernah kami alami [Cardiff tiga kali kalah dengan kebobolan lima gol di Liga Premier musim ini, yakni melawan Manchester City, Manchester United, dan Watford]. Saya tidak ingin timku kehilangan konsentrasi [ketika melawan Liverpool]," ujar Warnock, seperti dikutip bbc.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.