Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Unai Emery/Reuters-John Sibley
Harianjogja.com, JOGJA - Arsenal sukses mengalahkan Valencia 3-1 pada leg pertama semifinal Liga Europa, Jumat (3/5/2019) dini hari tadi, tetapi kegagalan bisa saja terjadi.
Dua gol Alexandre Lacazette dan satu gol Pierre-Emerick Aubameyang memberi tuan rumah keuntungan setelah Mouctar Diakhaby membawa tim tamu unggul lebih dulu pada awal pertandingan.
Pelatih Arsenal Unai Emery sangat berhati-hati mengenai peluang timnya mencapai final kompetisi tersebut bulan ini di Baku menjelang leg kedua di Stadion Mestalla, Valencia, pekan depan.
"Ini memang hasil yang bagus, tetapi leg kedua akan sangat berat dan mungkin berbeda. Saya anggap kali ini peluangnya 50-50," kata dia seperti dikutip Reuters. "Mereka akan merasa kuat bersama pendukungnya di sana."
Manajer Valencia Marcelino Garcia seperti mengamini pandangan Unai itu.
"Saya kira tidak seorang pun penggemar Valencia yang menganggap mereka lebih kuat daripada kami. Kami menikmati dan optimistis. Jika pendukung kami di belakang kami dan segala sesuatunya berjalan lancar, maka kami bisa menang pekan depan," kata Marcelino.
Arsenal bermain buruk ketika menjalani pertandingan di luar kandangnya di Stadion Emirates sepanjang musim ini dengan kebobolan 10 gol pada empat pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.
Menjuarai Liga Europa akan menjadi rute paling meyakinkan dalam mencapai Liga Champions musim depan karena kedua tim saat ini menempati posisi di luar empat besar masing-masing liga.
Emery mengaku menanti untuk kembali ke Mestalla di mana dia pernah membawa Valencia finis urutan ketiga La Liga di belakang Barcelona dan Real Madrid selama tiga musim berturut-turut dari 2010 sampai 2012.
"Saya ingin menikmati bermain di sana, bersama dengan pemain dan pendukung kami. Akan menjadi pertandingan dengan atmosfer keras," kata dia. "Kami harus bersiap untuk pertandingan itu dengan berpikir untuk menang, berpikir untuk mencetak gol, berpikir untuk mencari momen menyerang, tetapi itu tergantung."
Marcelino merasa skor Jumat dini hari tadi tidak membuat puas tuan rumah Arsenal.
"Saya tak menganggap Arsenal mengharapkan hasil seperti itu, tetapi pertandingan harus dimainkan sampai peluit dibunyikan," kata dia.
"Mereka menciptakan dua gol yang sangat bagus, saya tak tahu berapa juta euro yang harus mereka keluarkan, dan jika Anda membuat kesalahan kecil pada level ini, pemain-pemain seperti mereka bisa membuat Anda rugi," sambung Marcelino.
Tetapi pelatih asal Spanyol ini menegaskan bahwa timnya masih punya segala hal untuk dimainkan.
"Gol terakhir itu adalah kejutan dan mempersulit kami. Tetapi itu tidak membuat pikiran kami berubah bahwa kami tetap bisa mencapai final," tutup dia seperti dikutip Reuters.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.