Polrestabes Semarang Optimistis Ungkap Misteri Mayat Tanpa Kepala dan Terbakar
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya alias Yoyok Sukawi./Instagram-@yoyok_sukawi
Harianjogja.com, SEMARANG — PSIS Semarang merasa sangat dirugikan dengan draf baru jadwal Liga 1 2019 yang dikeluarkan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dalam jadwal baru itu PSIS Semarang hanya mendapat jatah yang sedikit untuk menggelar laga kandang saat akhir pekan.
CEO PSIS Semarang, A.S. Sukawijaya, bahkan menilai jadwal yang dikeluarkan PT LIB, selaku operator kompetisi Liga 1 itu tidak adil. Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu menyebut dari delapan partai kandang di putaran pertama, PSIS Semarang hanya mendapat jatah dua laga yang digelar pada akhir pekan, yakni saat menjamu Persija Jakarta di pekan kedua (26/5/2019) dan Persib Bandung pada pekan ke-10, 21 Juli.
Sisanya, laga home tim berjuluk Mahesa Jenar itu akan digelar pada tengah pekan atau weekday. Beberapa laga itu, yakni saat menjamu Kalteng Putra (16/5/2019), Barito Putera (26 Juni/pekan keenam), Persela Lamongan (5 Juli/pekan ketujuh), PS Tira Persikabo (1 Agustus/pekan ke-12), Persipura Jayapura (9 Agustus/pekan ke-13), dan Madura United (26 Agustus/pekan ke-16).
“Saya rasa kurang adil. Masak kita hanya dapat dua kali home saat akhir pekan. Seharunya operator kompetisi lebih bijak dalam membuat jadwal, setidaknya dibagi rata antara bertanding tengah pekan [weekday] dan weekend,” ujar Yoyok kepada wartawan di Semarang, Jumat (3/4/2019).
Yoyok mengaku saat ini sudah melayangkan surat permohonan kepada PT LIB agar jadwal itu direvisi. “Mudah-muidah permohonan kami diterima dan segera ada perubahan,” ujar Yoyok.
Yoyok mengaku dengan bermain di tengah pekan atau weekday tentu akan menyulitkan suporter PSIS Semarang. Suporter PSIS Semarang akan sulit datang ke stadion untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding karena sebagian besar masih sibuk bekerja atau sekolah.
Terlebih lagi, PSIS Semarang musim ini masih harus mengungsi ke Magelang dan menggunakan Stadion Moch Soebroto sebagai home base. Kondisi itu pun tentunya akan berpengaruh pada jumlah suporter yang datang ke stadion dan berdampak pada pendapatan PSIS Semarang.
"Jika bermain di akhir pekan kan hari libur. Jadi masyarakat yang ingin datang langsung ke stadion bisa lebih leluasa karena tidak terbentur perkejaan atau sekolah," ungkapnya.
PT LIB baru-baru ini memang mengeluarkan draft baru terkait jadwal Liga 1. Ada banyak perubahan jadwal yang dalam draft baru itu, salah satunya duel PSS Sleman versus Arema FC pada laga pembuka di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5/2019).
Sementara itu, PSIS Semarang dijadwalkan melakoni laga perdana kontra melawan tim promosi, Kalteng Putra, di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Kamis (16/5/2019). Padahal, pada draft yang dirilis PT LIB sebelumnya, PSIS Semarang dijadwalkan melakoni laga perdana Liga 1 musim ini menghadapi tuan rumah Barito Putera, Selasa (14/5/2019).
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Penemuan mayat tanpa kepala dan dalam kondisi hangus terbakar di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Kamis (8/9/2022), hingga kini masih menjadi misteri.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.