Lawan Young Boys, Ronaldo Bikin Sejarah Lagi
Manchester United dikalahkan klub Swiss Young Boys. Meski demikian, penyerang MU Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol dan membuat rekor baru menyamai penampilan Iker Casillas.
Pemain Brasil Everton (kiri) merayakan golnya ke gawang Bolivia, disambut Filipe Luis./Reuters-Henry Romero
Harianjogja.com, JOGJA – Philippe Coutinho tampil cemerlang di laga pembuka Copa America 2019. Penyerang Barcelona itu mencetak dua gol untuk membawa tuan rumah Brasil menang telak 3 - 0 atas Bolivia.
Dalam pertandingan Grup A di Stadion Morumbi di Sao Paulo pada Sabtu (15/6/2019) pagi WIB, di hadapan 46.342 penonton, Brasil memulai laga dengan tidak meyakinkan dan mengakhiri babak pertama tanpa gol.
Baru pada babak kedua Brasil bangkit, itu pun mencetak gol pembuka harus melalui titik penalti pada menit ke-50 yang dieskekusi dengan sempurna oleh Coutinho.
Wasit Nestor Pitana (Argentina) menetapkan hukuman tersebut setelah bek Bolivia kelahiran Amerika Serikat Adrian Jusino handball di area terlarang.
Berselang 3 menit kemudian Coutinho menggandakan keunggulan Brasil melalui sundulan kepala jarak dekat dengan memanfaatkan assist Roberto Firmino.
Everton, penyerang klub Gremio yang baru masuk pada menit ke-81 menggantikan David Neres, mencetak gol ketiga skuat Samba pada menit 85 dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Manchester United dikalahkan klub Swiss Young Boys. Meski demikian, penyerang MU Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol dan membuat rekor baru menyamai penampilan Iker Casillas.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.