Advertisement
Malaga Jadi Korban 'Rasis'
Advertisement
[caption id="attachment_395303" align="alignleft" width="660"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/10/malaga-jadi-korban-rasis-395301/malaga_2927133" rel="attachment wp-att-395303">http://images.harianjogja.com/2013/04/malaga_2927133.jpg" alt="" width="660" height="350" /> Pemain Malaga meluapkan kekecewaan setelah gagal lolos ke Semi Final Liga Champions-Skysports[/caption]
DORTMUND-Presiden Malaga Abdullah Bin Nasser Al Thani marah besar setelah skuad kebanggaannya kalah saat berhadapan dengan tuan rumah Borussia Dortmund, Rabu (10/4/2013) dinihari WIB.
Advertisement
Tim Spanyol ini sepertinya telah menempatkan satu kaki di semi final, saat mereka memimpin 2-1 dengan detik tersisa di Westfalenstadion. Namun akhirnya impian mereka buyar setelah dua gol diciptakan Borrusia Dortmund pada menit akhir dan merubah kedudukan menjadi 3-2 untuk keunggulan tuan rumah.
Gol terakhir raksasa Jerman melalui Felipe Santana di detik terakhir telah memicu kemarahan besar Abdullah, karena dianggap berbau offside.
Selain itu, Abdullah juga mengklaim di Twitter bahwa pihaknya telah menjadi korban "rasisme", meskipun arah tuduhan itu tidak jelas diarahkan kemana.
"Aku minta maaf karena gagal dengan setelah mendapatkan ketidakadilan dan rasisme,” tulis Al Thani di akun pribadinya, @ ANAALThani, seperti dilansir Skysports.
"Saya berharap terdapat penyelidikan menyeluruh dari UEFA,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Standar SPPG Batasi UMKM Masuk Program MBG, Ada Seleksi Ketat
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Salurkan 93 Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Miskin
- Kapolda DIY Tunjuk Kombes Roedy sebagai Plh Kapolresta Sleman
- Marbot Masjid di Wates Temukan Pria Meninggal di Kamar Mandi
- Audit Polda DIY Ungkap Dugaan Kelalaian Pengawasan di Polresta Sleman
- Lonjakan PAD Wisata Awal 2026 Dorong Target Rp60 Miliar di Gunungkidul
Advertisement
Advertisement



