Damai! Kasus Kanye West dengan Mantan Asisten Berakhir
Kasus Kanye West dengan mantan asisten Lauren Pisciotta berakhir damai. Kesepakatan dicapai 23 Juli 2026, namun isi penyelesaian dirahasiakan. Kanye tetap gelar
MADRID-Sejumlah klub sepak bola raksasa Eropa, seperti Real Madrid, Juvetus, dan Inter Milan, memastikan mengikuti gelaran turnamen pramusim, Guiness International Champions Cup, 27 Juli-4 Agustus mendatang, di Toreno. Gelaran yang diprakarsai LA Galaxy itu akan diikuti delapan tim.
"Ini merupakan suatu kehormatan bagi Los Angeles Galaxy yang mewakili Major League Soccer (MLS) bertemu dengan beberapa klub terbaik di dunia dalam turnamen perdana ini," kata presiden LA Galaxy, Chris Klein, seperti dilansir AS, Jumat (19/4/2013).
Meski belum ditentukan kota mana yang akan menjadi tempat penyelenggara pertandingan pertama, namun Klein memastikan pertemuan pertama antar peserta turnamen digelar di Eropa, 27 Juli mendatang.
Sejauh ini telah ada tiga tempat yang direncanakan menjadi tuan rumah laga, yakni Phoenix, San Francisco dan Indianapolis.
Sementara untuk babak semifinal dilangsungkan di Los Angeles dan New York pada 3 dan 4 Agustus. Adapun babak final dihelat di Sun Life Stadium, Miami, 7 Agustus mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Kanye West dengan mantan asisten Lauren Pisciotta berakhir damai. Kesepakatan dicapai 23 Juli 2026, namun isi penyelesaian dirahasiakan. Kanye tetap gelar
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.
Program MBG dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih diintegrasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa.
PMI Sleman mengelola 800 kilogram limbah medis padat setiap bulan. Limbah cair diolah mandiri, sementara DLH rutin melakukan monitoring.
Bareskrim Polri memburu jaringan narkotika internasional yang melibatkan oknum pilot maskapai Malaysia dalam penyelundupan 25 kilogram ekstasi.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal dipastikan bukan karena ancaman kerusuhan. APPBI dan Hasan Nasbi meminta publik mengutamakan fakta.