Advertisement

Pindah Kelas, Daud Yordan Harus Merangkak Dari Bawah

Redaksi Solopos
Selasa, 07 Mei 2013 - 14:55 WIB
Jumali
Pindah Kelas, Daud Yordan Harus Merangkak Dari Bawah

Advertisement

 

[caption id="attachment_403939" align="alignleft" width="414"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/07/pindah-kelas-daud-yordan-harus-merangkak-dari-bawah-403938/daud-yordan-3" rel="attachment wp-att-403939">http://images.harianjogja.com/2013/05/daud-yordan.jpg" alt="" width="414" height="499" /> Daud Yordan.dok[/caption]

Advertisement

SEMARANG-Mantan juara dunia IBO Daud Yordan harus merangkak dari bawah setelah memutuskan pindah kelas dari kelas bulu (57,1 kilogram) ke kelas ringan (61 kilogram).

Petinju dengan rekor bertarung 30 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah tersebut ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan, minimal satu atau dua kali dirinya harus bertarung dari bawah sebelum ke gelar dunia.

"Ini semua dilakukan untuk penyesuaian diri di kelas yang baru dan saya kira di dunia tinju hal tersebut sudah biasa dilakukan jika seorang petinju pindah kelas," kata petinju dari Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat tersebut.

Ia menambahkan, target dirinya terjun di kelas ringan adalah menjadi juara dunia lagi.

"Kalau ini bisa terealisasi tentunya akan ada cerita lain bagi dirinya karena bisa menjadi juara dunia di dua kelas yang berbeda," katanya.

"Kalau Chris John memiliki cerita tidak terkalahkan dalam kurun waktu yang lama, kalau saya bisa menjadi juara dunia di kelas ringan tentu juga punya cerita sendiri karena mampu menjadi juara dunia dua kelas yang berbeda," katanya.

Daud Yordan mengakhiri kiprahnya di kelas bulu setelah kalah dari petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka di Jakarta, pertengahan April 2013 dan perpindahan kelas sudah dicanangkan jauh hari sebelum pertarungan itu karena berat badannya sudah tidak ideal bertarung di kelas bulu.

Dengan kekalahan tersebut ayah dari Miquel Angela Yordan Jr tersebut kehilangan gelar juara dunia kelas bulu IBO yang direbutnya saat menang KO ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Singapura, 5 Mei 2012.

Ia menambahkan setelah menjalani masa istirahat usai pertarungan melawan petinju Afrika Selatan tersebut, dirinya sudah mulai beraktifitas seperti biasa, yaitu berlatih pagi dan sore hari di Sasana Kayong Utara.

"Saya sudah berlatih kembali pagi dan sore hari di bawah asuhan pelatih Damianus Yordan yang juga kakak saya," kata suami dari Maria Angela tersebut.

Ia menambahkan, selama ini memang tidak ada pembicaraan soal pergantian pelatih dan dirinya tetap ditangani Damianus Yordan.

"Dia (Damianus Yordan) tetap pelatih saya dan selama ini memang tidak ada pembicaraan soal pergantian pelatih meskipun saya sudah terjun di kelas ringan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenag Akan Dirikan Madrasah Berciri Khas Hindu, Bernama Widyalaya

News
| Minggu, 10 Desember 2023, 17:57 WIB

Advertisement

alt

Cari Tempat Seru untuk Berkemah? Ini Rekomendasi Spot Camping di Gunungkidul

Wisata
| Rabu, 06 Desember 2023, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement