21 Gol dalam 5 Laga, Barcelona Mulai Dekati Rekor Real Madrid
Barcelona mencetak 21 gol dalam lima laga LaLiga 2026/2027. Produktivitas ini membuat rekor 121 gol Real Madrid kembali menjadi sorotan.
CATALUNYA-Mantan pembalap Suzuki di MotoGP Alvaro Bautista mengatakan ia belum terkejut dengan kecepatan dari mesin baru 1.000cc milik pabrikan Jepang itu pada sesi http://www.motorcyclenews.com/MCN/sport/sportresults/MotoGP/2013/June/jun2113-bautista-not-shocked-by-suzuki-pace/">pengujian pekan ini.
"Pada akhirnya kami sangat kompetitif jadi saya pikir mereka bisa membuat motor yang baik. Aku terkejut tapi tidak terlalu banyak karena saya tahu potensi Suzuki dan mereka bisa melakukannya," kata pembalap yang bersama dengan Suzuki pada tahun 2010 dan 2011 lalu itu.
"Sepeda tampak tidak begitu buruk. Saya percaya banyak di Suzuki karena saya lakukan dua tahun dengan mereka dan kami melakukan pekerjaan yang sangat baik di tahun kedua," tambah pembalap Spanyol itu.
Suzuki sendiri membuat kejutan besar pada pekan ini di Catalunya ketika mengumumkan akan menunda comeback MotoGP sampai 2015.
Usai absen sejak musim balap 2011, Suzuki awalnya berencana kembali ke MotoGP pada tahun 2014. Namun, bos Suzuki Satoru Terada mengatakan awal pekan ini bahwa penundaan dilakukan sampai 2015 dengan alasan bisa lebih fokus pada pengembangan motor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Barcelona mencetak 21 gol dalam lima laga LaLiga 2026/2027. Produktivitas ini membuat rekor 121 gol Real Madrid kembali menjadi sorotan.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.
Bagnaia mengakui levelnya kini di posisi 9-10 setelah gagal finis di San Marino. Ia menyoroti masalah pengereman dan menikung.