Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/27/topas-agung-resmi-berkostum-pss-sleman-420393/pss-logo8-19" rel="attachment wp-att-420394">http://images.harianjogja.com/2013/06/PSS-LOGO811.png" alt="" />
SLEMAN-PSS Sleman secara resmi telah mendapatkan kesepakatan dari dua eks pemain PSIM musim lalu, yakni Topas Pamungkas dan Agung Suprayogi.
Dihubungi Harian Jogja, siang ini (27/6/2013), Topas menyatakan telah menjalin kesepakatan dengan pihak manajemen Super Elja.
Selain itu, Topas juga mengaku tak mengalami banyak kendala untuk beradaptasi dengan skuat PSS. Sejumlah pemain, seperti Abda Ali, pun pernah bekerjasama dengannya.
"Saya pernah satu tim dengan dia saat di PSIM," jelasnya.
Disinggung mengenai durasi kontrak, Topas mengaku pasrah dengan keinginan manajemen PSS.
"Tapi kelihatannya sih, cuma setengah musim saja," imbuhnya.
Sementara Manajer PSS Suparjiono membenarkan kabar bergabungnya Topas dan Agung tersebut di skuatnya. Kini, pihaknya tengah menyiapkan keperluan administrasi kedua pemain tersebut untuk didaftarkan ke PT LPIS, sebagai operator liga.
"Mungkin besok kami sudah bisa mendaftarkan mereka berdua," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
KSP Dudung ungkap dugaan jual beli dapur MBG jadi alasan pencopotan Kepala BGN. Presiden ingin program bebas penyimpangan.
Pemerintah pastikan pajak UMKM tidak naik. Tarif 0% hingga 0,5% kini berlaku permanen untuk memberi kepastian usaha.
Fenomena api misterius di Seyegan Sleman sudah muncul 87 kali dalam 12 hari. Api membakar perabot hingga mulai merembet ke area lain.
Pembangunan Taman Budaya Bantul didanai melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan alokasi anggaran sebesar Rp19,8 miliar
Petugas haji 2027 wajib ikut diklat barak. Pemerintah juga bentuk Daker Armuzna demi pelayanan dan keselamatan jamaah.