Judi Online Picu Ribuan Perceraian, Jawa Timur Jadi Wilayah Tertinggi
Perceraian akibat judi di Indonesia mencapai 4.623 kasus sepanjang 2025. Angkanya melonjak 365 persen dalam lima tahun terakhir.
Harianjogja.com, LIVERPOOL-Kubu Liverpool dikabarkan telah menyiapkan dana besar untuk berbelanja pemain pada musim transfer kali ini.
Rekor dana tersebut bahkan telah masuk dalam catatan sejarah The Reds, di mana untuk kali pertama belanja yang dikeluarkan klub tersebut mencapai 100 juta pounds. Adapun tujuan dari belanja tersebut adalah untuk membuat tim asuhan Brendan Rodgers tersebut lebih bertaji.
The Reds sebelumnya telah menghabiskan dana 57 juta pounds untuk mendapatkan tanda tangan empat pemain, seperti Rickie Lambert, Adam Lallana, Lazar Markovic dan Emre Can. Meski demikian Rodgers masih memiliki sisa dana senilai 75 juta pounds hasil penjualan Luis Suarez ke Barcelona dan akan digunakan untuk menambah empat hingga lima pemain baru.
Kini bidikan utama Rodgers ditujukan kepada Alexis Sanhes. Pemain Chili tersebut dipercaya akan bisa menggantikan peran Suarez yang telah mencetak 31 gol bagi Liverpool. Di samping itu masih ada sejumlah nama seperti Loic Remy yang sedang dibidik.
(JIBI/Dailymail)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perceraian akibat judi di Indonesia mencapai 4.623 kasus sepanjang 2025. Angkanya melonjak 365 persen dalam lima tahun terakhir.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.
Obesitas tidak hanya dipengaruhi genetik. Dokter gizi menyebut gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik menjadi faktor utama pengendalian berat badan.
Gibran Rakabuming meminta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dikaji matang agar tidak merugikan warga dan mengganggu aktivitas sekolah.
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.
Korban Hanania Travel mengadu ke Komisi III DPR RI. Sekitar 3.000 calon jamaah disebut mengalami kerugian dan menuntut haknya dikembalikan.