13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Harianjogja.com, JOGJA-Rencana penggunaan Stadion Mandala Krida, Jogja sebagai tempat digelarnya derby antara PSIM menjamu PSS Sleman dalam lanjutan Divisi Utama, Jumat (8/8) mendatang batal digelar. Panpel PSIM tidak mendapatkan izin dari BPO DIY dan kepolisian setempat.
Penolakan resmi dari kepolisian setempat disampaikan Selasa (5/8/2014) siang melalui surat bernomor B/SKET-8/175/VIII/2014. Dalam surat itu, Polresta Jogja menyatakan keberatan jika laga digelar di Stadion Mandala Krida. Alasannya selama ini laga yang dilangsungkan di tempat itu selalu berakhir ricuh.
Selain itu, kepolisian juga melihat hubungan suporter PSIM yakni The Maident dan Brajamusti yang belum harmonis. Jika laga tetap digelar dikhawatirkan akan terjadi bentrok antara kedua kelompok.
"Kondisi Stadion Mandala Krida dalam proses renovasi sehingga tidak layak digunakan. Banyaknya pecahan pecahan material renovasi stadion dapat dijadikan bahan untuk saling melempar antar supporter," terang Ketua Panpel PSIM Jogja, Ricardo "Edo" Mukti Wibowo kepada wartawan di Wisma PSIM.
Penolakan juga disampaikan oleh BPO DIY. Mereka menolak memberikan izin dengan pertimbangan pengerjaan renovasi di tempat tersebut. Stadion yang direnovasi sejak 7 Juli lalu itu riskan dijadikan tempat digelarnya laga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Momen haru Soekarno Run 2026 Solo, Ahmad Luthfi dorong putranya di ajang lari, kirim pesan kuat tentang inklusivitas.
Prabowo targetkan BUMN tinggal 250 perusahaan tanpa PHK. Perampingan berpotensi hemat hingga Rp50 triliun per tahun.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Daftar 32 besar Piala Dunia 2026 mulai lengkap. Tim unggulan lolos, kuda hitam bikin kejutan di fase gugur.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.