Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, SAMARINDA -- Persis Solo harus menelan pil pahit pada rematch babak 8 besar Divisi Utama 2014 setelah dicukur 6-0 oleh tuan rumah Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (20/11/2014) sore.
Enam gol yang digelontor ke gawang Laskar Sambernyawa dicetak oleh Fernando Soler (21, 64), Febrianto (35, 55), Danilo Fernando (66) dan Fandi Ahmad (67).
Gol Fernando Soler tercipta setelah melewati Onana dan menceploskan bola dengan tendangan keras. Sedangkan Goooalll Danilo Fernando melalui serangan balik cepat. Memplesing bola melewati atas kiper Persis Solo dan gol Fandi Ahmad tercipta setelah melakukan solo run, melewati pertahanan dan kiper Persis Solo.
Atas hasil tersebut, Persis dipastikan gagal melaju ke semifinal Divisi Utama 2014. Sedangkan Pusamania Borneo FC lolos ke lga Semifinal Divisi Utama 2014 yang bakal digelar 24 November 2014 mendatang di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Wamen Diktisaintek Stella Christie mengungkap tingkat penyerapan kerja lulusan vokasi mencapai 77%, lebih tinggi dibanding lulusan akademik yang berada di angka
Favignana, pulau kecil di Italia yang menjadi lokasi syuting film The Odyssey karya Christopher Nolan, bersiap menyambut lonjakan wisatawan berkat fenomena film
Cara menghapus kontak WhatsApp di Android ternyata mudah. Simak langkah lengkap menghapus nomor yang tidak diperlukan tanpa menghilangkan riwayat percakapan.
Booth BAIC di GIIAS 2026 diserbu lebih dari 12.000 pengunjung. BAIC T1 jadi magnet dengan promo menarik dan ratusan sesi test drive.
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad