Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Binaragawan peserta Ultimate Body Contest kelas All Season memperlihatkan otot tubuh mereka di Makassar, Minggu (7/9/2014). Turnamen tersebut digelar untuk mencari para binaragawan unggulan di wilayah Sulawesi, Kalimanatan dan Maluku. (JIBI/Solopos/Antara/Sahrul Manda Tikupadang)
PON 2016 untuk atlet binaraga lokal tengah mempersiapkan diri.
Harianjogja.com, JOGJA - Atlet-atlet DIY menyatakan siap untuk tampil dalam ajang Pra-Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.
Rasa optimistis menyusul penampilan dominan para binaragawan DIY dalam ajang Kejuaraan Hard Core Gym Open di Sport Hall Kridosono, Minggu (14/6/2015) lalu.
Dari empat kelas yang diperlombakan, atlet DIY mampu menyabet juara di tiga kelas. Hasil ini membuktikan bahwa binaragawan-binaragawan tuan rumah saat ini telah siap untuk tampil di ajang Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Saya sangat bangga atas hasil yang dicatatkan atlet-atlet DIY di Hard Core Gym Open kemarin. Mereka mampu tampil dominan dan merebut gelar juara di kelas 60 kg, 70 kg dan 70 kg keatas. Ini jelas menunjukkan kualitas dan kesiapan mereka jelang tampil di Pra PON, September besok,” tegas Ketua Umum Pengda Persatuan Angkat Besi, Berat, Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) DIY, Cahyo Alkantana, Selasa (16/6/2015).
Cahyo melanjutkan, dalam kejuaraan itu atlet DIY mampu merebut juara di kelas 60 kg melalui Bambang. Binaragawan yang bergabung di tim Hard Core ini mampu mengalahkan Sarwono asal PABBSI Temanggung dan I Wayan asal Klub Optimum. Pada kelas 70 kg, DIY benar-benar menguasai setelah tiga atletnya, Rahman Widodo, Yoyon dan Ridho yang berasal dari Hard Core merebut peringkat pertama hingga ketiga.
Pada kelas terberat yakni diatas 70 kg, DIY kembali merebut gelar juara melalui Ikhsan asal Hardcore seusai meraih nilai tertinggi mengungguli Febrian Safa asal Malang dan Sugeng Purnomo dari Hard Core. Sayang, DIY gagal merebut gelar juara di kelas 65 kg yang dimenangi atlet asal Star Fitnes, Budi. Sedangkan peringkat kedua dan ketiga direbut Muhroji dari PABBSI Temanggung dan Armed dari Hard Core.
“Sejak awal sebelum kejuaraan ini kami gelar, tujuan utama kami adalah mengintip kekuatan daerah-daerah lain sebagai modal menuju Pra PON. Dan kami rasa, hasilnya cikup bagus karena kami bisa melihat kekuatan atlet-atlet daerah lain dan mampu mengungguli mereka di kejuaraan ini. Semoga saja, hasil ini bisa berlanjut di Pra PON,” jelasnya.
Dengan masih menyisakan sekitar tiga bulan ke depan sebelum Pra PON dilaksanakan, Cahyo menilai, kekuatan atlet-atlet DIY yang kemarin tampil di ajang Kejurda maupun Hard Core Gym Open sangat potensial untuk lolos menuju PON.
Disinggung mengenai tampilan Kejuaraan Binaraga Hard Core Gym Open yang di-setting dengan memadukan entertainment, Cahyo mengaku, hal ini memang sengaja dilakukannya untuk menarik minat masyarakat untuk menyaksikan kejuaraan ini.
“Memang kami sedikit mengubah gaya tampilan di kejuaraan ini dengan menambah unsur hiburannya. Hasilnya, penonton penuh dan atket juga semakin bersemangat karena tampil di panggung yang beda dari lain-lainnya,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Tim verval mulai memeriksa gerai KDMP Kulonprogo. Gerai Tirtorahayu, Galur, disebut memiliki fasilitas fisik dan armada yang siap
Kopdes Merah Putih mulai soft launching Oktober 2026. Sekitar 23 ribu bangunan selesai, 17 ribu KDKMP menjalani verifikasi dan validasi.
Hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 dikabarkan turun dari US$1 juta menjadi US$650.000. FIFA belum mengonfirmasi perubahan tersebut.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Indonesia dan lima negara Asia Tenggara terdampak sengketa lisensi Miss Universe. JKN Universe dan MU East berbeda pandangan soal status delegasi.