Advertisement

Conte Hobi Coreng Sejarah Klub

Chrisna Chaniscara
Senin, 02 April 2018 - 23:40 WIB
Sugeng Pranyoto
Conte Hobi Coreng Sejarah Klub Antonio Conte (Reuters/Matthew Childs)

Advertisement

Harianjogja.com, LONDON — Jika ada stadion yang amat dibenci pendukung Tottenham Hotspur, stadion tersebut bisa jadi adalah Stamford Bridge. Markas Chelsea ini benar-benar menjadi momok Tottenham sebelum laga kedua tim yang digelar Sabtu (1/4/2018) malam WIB.

Terang saja, sejak 1990 atau 28 tahun silam Spurs selalu gagal mencuri kemenangan di stadion berkapasitas 41.631 penonton tersebut. Sembilan kali seri dan 18 kekalahan adalah catatan Tottenham di 27 lawatan terakhir mereka ke markas The Blues. Kali terakhir tim London utara itu menang dari rivalnya di London barat adalah pada 10 Februari 1990.

Advertisement

Ketika pendukung Spurs mulai bosan menunggu “keajaiban” kembali datang, Dele Alli mengikuti jejak Gary Lineker yang sukses menjadi penentu kemenangan Spurs atas The Blues. Dua gol Alli sukses membawa Spurs menang 3-1 sekaligus membongkar kutukan Stamford Bridge yang berjalan hampir tiga dekade. Di laga kemarin, Chelsea unggul lebih dulu lewat tandukan Alvaro Morata sebelum disamakan lewat tembakan geledek Christian Eriksen.

Kekalahan pertama dari Spurs dalam 28 tahun jelas bukan hal yang layak diingat publik Chelsea. Jika dirunut ke belakang, bukan kali ini saja Antonio Conte mencoreng sejarah Chelsea dengan rangkaian hasil buruk. Sebelumnya pelatih asal Italia membawa The Blues mengalami kekalahan back to back pertamanya dengan selisih tiga gol saat digasak Bournemouth (0-3) dan Watford (1-4).

Kali terakhir Chelsea mengalami hal tersebut pada Oktober 1995 saat dihantam Manchester United (1-4) dan Blackburn Rovers (0-3). Kekalahan 0-3 dari Bournemouth  juga menjadi rekor kekalahan terburuk di Stamford Bridge sejak Roman Abramovich mengambilalih Chelsea pada 2003.

Deretan noda hitam tersebut jelas merupakan ironi mengingat musim lalu Chelsea mampu menjuarai Liga Premier Inggris. Kini Eden Hazard dkk. harus terengah-engah hanya untuk menembus empat besar. Namun kondisi tersebut ternyata tak membuat Antonio Conte khawatir dengan jabatannya di Chelsea. 

“Tidak, saya tidak khawatir. Sejujurnya saya berpikir kalau saya dan pemain sudah memberikan segalanya musim ini,” ujar Conte dilansir Independent.

Eks Manajer Juventus itu bahkan masih optimistis timnya bisa finis di empat besar meski kini tertinggal delapan poin dari Spurs. “Mencoba segalanya di tujuh pertandingan tersisa dan meraih tempat di Liga Champions. Itu tidak mudah, kami tahu itu.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya

Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya

News
| Sabtu, 04 April 2026, 12:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement