Advertisement
PS Tira vs Bali United : PS Tira Waspadai Kecepatan dan Kekuatan Laskar Tridatu
Pesepak bola PS Tira Pandi Lestaluhu saat beruji coba melawan UNY FC di Lapangan AAU, Rabu (25/4/2018) sore. - Harian Jogja/Jumali
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN -- Jelang melawan Bali United di pekan keenam Liga 1 2018, Senin (30/4/2018) malam di Stadion Sultan Agung Bantul, PS Tira terus mewaspadai kecepatan dan kekuatan dari tim asal Pulau Dewata.
Sebab, bisa saja, tim yang baru saja meraih kegagalan di AFC Cup 2018 ini menjadi batu sandungan bagi PS Tira merealisasikan tiga poin di kandang.
Advertisement
"Bali United punya kecepatan dan kekuatan. Apalagi di sana, ada Stefano Lillipaly, Irvan Bachdim dan juga Spaso [Ilija Spasojevic]. Ketiganya berbahaya dan kami harus mengantisipasinya," kata pelatih PS Tira Rudy Eka Priambada usai uji coba antara PS Tira melawan UNY FC di lapangan AAU, Rabu (25/4/2018).
Oleh karena itu, Rudy memilih fokus pada pembenahan lini belakang. Sebab, dari 11 gol yang bersarang ke gawang PS Tira hingga pekan ke-5 semua disebabkan karena kegagalan mengantisipasi bola true pass dari lawan.
"Terakhir kali kami di Makassar juga seperti itu," terang Rudy.
Menurut Rudy, saat ini tidak ada pilihan lain bagi skuatnya untuk tidak meraih kemenangan atas Bali United. Oleh karena itu, pembenahan tim terus dilakukan, utamanya dalam bertahan. Sementara untuk mampu merealisasikan target meraih poin penuh, Rudy memastikan akan tetap mengandalkan Aleksandar Rakic di lini depan. Sebab, pemain asal Serbia ini tercatat telah mengemas 4 gol dan masuk dalam daftar topskor sementara Liga 1.
Sedangkan untuk lini tengah, Rudy masih akan menempatkan Mariano Berriex dan Gustavo Lopez. Keduanya akan menopang lini belakang, yang diisi oleh legiun asal Korea Selatan Kim Sang Min.
"Karena mereka pasti akan lebih banyak memaksimalkan serangan balik dan memanfaatkan kecepatan para pemainnya," tandas Rudy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









