Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Ryan Giggs/Reuters-Andrew Couldridge
Harianjogja.com, JOGJA — Luis Enrique dan Ryan Giggs pernah bertemu di lapangan ketika masih aktif menjadi pemain profesional, di antaranya pada fase grup Liga Champions 1998/1999. Enrique membela Barcelona, sedangkan Giggs mengenakan kostum Manchester United.
Keduanya sama-sama menjadi pemain vital bagi klub masing-masing dalam pertemuan di Old Trafford tersebut. Pertandingan berlangsung ketat dan berakhir 3-3. Sebenarnya, Giggs bersama United sempat unggul 3-2 pada menit ke-63. Namun, Enrique membuyarkan kemenangan United dengan mencetak gol penyama kedudukan menjadi 3-3 lewat titik penalti sekitar tujuh menit kemudian.
Bisa jadi, Enrique akan kembali membuyarkan Giggs seperti 20 tahun silam ketika keduanya kembali bertemu di Principality Stadium, Cardiff, Kamis (12/10/2018) pukul 01.45 WIB. Kali ini, keduanya sudah tidak turun di lapangan, melainkan sebagai pelatih.
Bersama Spanyol, Enrique mendapatkan banyak sanjungan. Dia selalu mencatat kemenangan dalam dua laga pertamanya menakhodai La FuriaRoja, julukan Spanyol. Tim yang dikalahkan Sergio Ramos cs. pun tidak main-main. Spanyol menundukkan Inggris 2-1 dan melumat runner-up Piala Dunia 2018, Kroasia, enam gol tanpa balas.
Bulan madu Lucho, sapaan Enrique, bersama Spanyol tersebut bisa jadi akan terus berlanjut di markas Wales. Apalagi, Wales kemungkinan besar tidak akan diperkuat bintang utama mereka, Gareth Bale, yang cedera saat membela Real Madrid di markas Alaves pada Liga Primera, akhir pekan lalu.
Meski demikian, Wales enggan mengibarkan bendera putih sebelum bertanding. Pasukan Ryan Giggs bertekad menjinakkan Spanyol kendati tidak bersama Bale. “Gareth pemain yang sangat masif buat kami, namun kami punya banyak pemain yang berada di level top saat ini. Mereka bermain reguler dengan baik dan bisa membantu kami,” jelas pemain Wales, Sam Vokes, seperti dilansir Sport24.co, Rabu (10/10/2018).
Vokes yakin Giggs mampu membangun Wales setelah memecat pelatih Chris Coleman pada Januari lalu. Tapi setelah menang 4-1 atas Rep. Irlandia, tim berjuluk Sang Naga ini ditumbangkan Denmark 0-2, September silam. Total, Wales menang dua kali dan menelan dua kekalahan dalam lima pertandingan di bawah besutan Giggs.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.