Advertisement
Preview City Vs MU: Harus Hati-Hati melawan Tim Tidak Menarik seperti United
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Tak ada yang meragukan sentuhan midas Josep “Pep” Guardiola dalam meramu sebuah tim. Tak hanya mendatangkan gelimang prestasi, Guardiola mampu mengubah permainan timnya menjadi indah dan berkelas.
Salah satu mantan anak asuh Guardiola, Dani Alves, sampai-sampai menyebut bermain di bawah polesan Guardiola lebih menyenangkan ketimbang berhubungan intim dengan lawan jenis. “Jika saya [jadi Dani Alves], saya memilih berhubungan seks,” ujar Guardiola menanggapi pernyataan Alves dengan nada bercanda, seperti dilansir Manchestereveningnews.co.uk, Sabtu (10/11/2018).
Advertisement
Guardiola pun menyulap Manchester City sebagai tim yang semakin menakutkan di Liga Premier musim ini. The Citizens, julukan City, menjadi tim paling produktif dengan 33 gol dan tim paling minim kebobolan yakni empat kali dalam 11 laga pembuka Liga Premier Inggris musim ini.
Tak ayal, City sangat diunggulkan ketika bertemu Manchester United dalam derby Manchester pada Liga Premier di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (11/11/2018) pukul 23.30 WIB. Apalagi City unggul sembilan poin atas rival sekota mereka yang tercecer di posisi ketujuh klasemen sementara.
Meski demikian, City perlu mewaspadai kelebihan United sebagai jagoan comeback di musim ini. Setan Merah, julukan United, mampu mendulang tujuh poin setelah dalam posisi tertinggal terlebih dahulu dari lawan mereka di Liga Premier 2018/2019. Tim yang dinakhodai Jose Mourinho itu juga baru saja membuktikan semangat comeback mereka dengan menundukkan Juventus 2-1 di Liga Champions, Kamis (8/11/2018) dini hari WIB. Dua gol United lahir dari bola mati, sementara secara keseluruhan United seperti biasa tampil tidak menarik.
Pada April lalu, Setan Merah manaklukkan Etihad Stadium dengan skor 3-2 setelah tertinggal dua gol terlebih dahulu dari City. United banhkit di babak kedua dengan dua gol Paul Pogba dan satu gol Chris Smalling dalam tempo sekitar 15 menit.
“Saya ingin timku bermain seperti musim lalu ketika kami berada di puncak selama 75 menit, namun United menunjukkan kepada kami mereka hanya butuh 10 sampai 15 menit untuk mengkreasi banyak peluang,” kenang Guardiola.
Di sisi lain, comeback United di menit-menit akhir pertandingan menunjukkan bahwa Setan Merah telat panas saat memasuki pertandingan. Mourinho khawatir jika start lambat itu terulang di Etihad, timnya tidak akan mampu mengejar ketertinggalan dan bisa dibunuh City sejak menit-menit awal
“Jika kami kebobolan terlebih dahulu, kami tidak akan bisa bangkit,” jelas Mourinho, seperti dikutip Skysports.com.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





