Advertisement
Preview Everton Vs Liverpool: Sahibulbait Menyimpan Dendam
Gylfi Sigurdsson, diandalkan Everton untuk menghadapi Liverpool. - Reuters/Peter Cziborra
Advertisement
Harianjogja.com, LIVERPOOL—Everton punya misi besar saat menjamu Liverpool dalam laga pekan ke-29 Liga Premier Inggris, Minggu (3/3) malam pukul 23.15 WIB.
Everton masih menyimpan dendam membara seusai ditaklukkan Liverpool dengan skor 0-1 dalam Derby Merseyside terakhir di Anfield, 2 Desember 2018. Saat itu The Toffees harus patah hati setelah Divock Origi memastikan kemenangan di menit ke-96.
Advertisement
Pendukung Everton semakin panas setelah Jurgen Klopp langsung berlari masuk lapangan untuk merayakan gol bersama Alisson Becker. Padahal pertandingan kala itu belum dinyatakan usai. Jelang Derby Merseyside edisi ke-233 akhir pekan ini, Marco Silva kembali mengungkit selebrasi Klopp yang dinilai berlebihan dan tidak respek dengan lawan. Pelatih Everton itu juga menyebut gol yang dicetak Origi hanyalah sebuah keberuntungan. “Mereka merayakan gol keberuntungan itu, momen keberuntungan yang mereka punya di detik-detik terakhir pertandingan,” ujar Silva seperti dilansir The Guardian, Jumat (1/3/2019).
Sindiran Silva sejatinya tak lepas dari pernyataan Klopp yang bikin telinga kubu Everton panas, sepekan sebelum laga. Ketika itu Klopp menyebut Derby Merseyside selalu menjadi segalanya bagi The Toffees. “Kita semua tahu bagi mereka, ini seperti sebuah final Piala Dunia,” ujar pelatih asal Jerman itu. Perang urat syaraf kedua pelatih tentu kian menambah bumbu rivalitas dalam bentrok kedua tim akhir pekan ini.
Liverpool jelas amat berkepentingan merebut poin penuh untuk menjaga jarak dengan Manchester City yang konsisten menguntit di posisi kedua dengan selisih satu angka. Kalah atau seri, posisi mereka di singgasana bisa digeser City yang “hanya” bersua Bournemouth di pekan ke-29. Everton sendiri diprediksi tak akan segan bermain keras untuk mencegah musuh bebuyutannya itu berpesta di Goodison Park. Apalagi Everton punya catatan kedisiplinan terburuk kedua di Liga Premier dengan koleksi 46 kartu kuning dan empat kartu merah.
Perlawanan spartan The Toffees sudah terbukti saat mereka mampu memaksakan lima hasil imbang dari enam Derby Merseyside di Goodison Park. Moral Seamus Coleman dkk. kini juga tengah meningkat seusai membantai Cardiff City 3-0, setelah kalah di tiga pertandingan beruntun. Klopp menegaskan anak asuhnya sudah siap menghadapi atmosfer terburuk di Goodison Park. “Tentu saja suporter Everton tidak ingin kami memenangi apa pun. Ini akan bising, akan liar. Buat saya, sudah seharusnya sepak bola seperti itu,” lanjut Klopp.
The Reds sendiri juga tengah percaya diri setelah menyikat Watford lima gol tanpa balas. Menghadapi Everton, Sadio Mane dkk. juga didukung sejarah yang mencatat mereka tak pernah kalah dalam 18 laga terakhir melawan Everton di semua kompetisi. Rekor itu diperkuat statistik Liverpool yang tak terkalahkan dalam 13 dari 14 laga tandang terkini di Liga Premier. Liverpool berpeluang meneruskan dominasi tersebut akhir pekan ini. Apalagi Klopp kemungkinan sudah dapat menurunkan Roberto Firmino yang absen pekan lalu karena cedera. Kombinasinya dengan Mohamed Salah dan Mane musim ini berhasil menorehkan 40 gol, lebih banyak dari total gol yang dicetak Everton musim ini (39).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









