Jadi Pahlawan Timnas Indonesia, Emil Audero Tuai Apresiasi Rayo
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Pertandingan antara PSS Sleman vs KKK di lapangan Klajuran, Sleman / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - PSS Sleman memastikan bakal menggelar latihan fisik di pegunungan ataupun di pantai dalam waktu dekat. Latihan fisik yang belum ditentukan lokasi dan waktunya ini difokuskan kepada peningkatan endurance dan kecepatan pemain jelang digulirkannya Liga 1 2019.
“Kami sedang koordinasi dengan pelatih fisik. Nanti akan ada ke pantai atau ke gunung. Namun itu sebatas variasi saja,” kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro, Minggu (24/3/2019).
Pemilihan pantai ataupun gunung sebagai lokasi latihan fisik bukan kali pertama dilakukan oleh PSS Sleman. Beberapa musim terakhir PSS memilih menggunakan kawasan Kaliurang sebagai pemusatan latihan. Pemusatan latihan ini digelar sebagai upaya untuk mengatasi kejenuhan dan meningkatkan motivasi para pemain.
Adapun bentuk latihan pada pemusatan latihan adalah lebih kepada pengkondisian dan pembentukan otot. Di mana, kebugaran fisik timnya masih dalam tahap peningkatan belum pada level yang diinginkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Emil Audero mendapat apresiasi pelatih Rayo Vallecano setelah membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 lewat adu penalti.
Kota Jogja mencatat 77 kejadian kebakaran hingga September 2026. Umbulharjo terbanyak, sementara Damkarmat belum merancang program baru pada 2027.
Bareskrim Polri memburu bandar dan penyuplai narkoba lewat operasi nasional. Sebanyak 60 orang diamankan di Jakarta dan Sumatra Utara.
Kelok 23 ditargetkan rampung pada 2027. Simak kendala pembangunan, rambu keselamatan, drainase, hingga rencana penataan lalu lintas.
Pasar Sentul menghadapi persaingan pedagang yang berjualan di rumah warga. Kemudahan akses dan kebiasaan pembeli menjadi tantangan revitalisasi.
Kiper PSIM Cahya Supriadi memilih fokus menjaga konsistensi di liga. Ia realistis menghadapi persaingan untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia.