Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Ilustrasi polo air/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Pelatih tim polo air Jawa Barat Otep Baskara berharap provinsinya bisa menjadi salah satu kiblat percontohan pembinaan atlet polo air di Indonesia.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan, apalagi tim polo air Jawa Barat kini sudah mampu berbicara banyak dalam turnamen tingkat nasional.
Pada kejuaraan nasional Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, tim polo air putra Jawa Barat sukses mengatasi tim D.I Yogyakarta dengan skor 13-5 dan berhak melaju ke babak final menghadapi DKI Jakarta.
Hingga hari ketiga pun, tim polo air putra Jawa Barat memimpin klasemen sementara usai menyapu bersih lima pertandingan dengan raihan 15 poin. Disusul oleh tim DKI Jakarta di posisi kedua dengan koleksi 12 poin.
"Kita penginnya tidak menutup kemungkinan kita ingin menjadi kiblatnya polo air Indonesia," ujar Otep Baskara.
"Kita ingin membuktikan bahwa polo air itu bukan hanya dari DKI Jakarta saja, tapi Jawa Barat juga bisa," katanya menambahkan.
Untuk bisa mencapai dan memetik hasil pencapaian saat ini, Otep mengatakan dibutuhkan persiapan yang lama dan matang dalam hal pembinaan atlet.
Empat tahun yang lalu, tim polo air Jawa Barat hanya bisa finis di posisi empat hingga lima besar klasemen. Namun berkat pembinaan yang berjenjang, mereka akhirnya mampu naik peringkat ke dua besar.
"Kita butuh waktu empat tahun. Pada 2012, kita masih di peringkat bawah, empat atau lima besar. Alhamdulillah dari 2016 sampai sekarang top dua besar," katanya.
Turnamen Rutin
Prestasi tersebut tidak diraih dengan instan. Hasil itu merupakan hasil dari pembinaan atlet berjenjang yang diterapkan oleh tim Jawa Barat. Mereka rutin menggelar kejuaraan internal antarklub guna menjaring bibit-bibit unggul untuk mewakili Jabar di tingkat nasional.
Pembinaan juga dilakukan salah satunya dengan memberikan panggung lebih banyak kepada atlet muda seperti pada kejuaraan nasional IOAC 2019 diisi oleh 60 persen atlet junior berusia di bawah 20 tahun.
Cara tersebut bisa dikatakan cukup berhasil bagi Jawa Barat mempersiapkan atlet berkualitas yang tampil di tingkat nasional. Jawa Barat bersama dengan DKI Jakarta menjadi dua provinsi yang menjadi langganan penyumbang pemain terbanyak ke tim nasional polo air Indonesia. Mereka bahkan juga turut menyumbangkan medali emas pada ajang multi event SEA Games 2019 Filipina.
"Kita selalu memupuk mereka kalau bisa bermain bagus saat liga atau kejurnas, mereka bisa main di Pelatnas," ucap Otep.
Pada kejuaraan IOAC 2019 hingga hari ketiga, tim polo air putra Jawa Barat memimpin klasemen sementara usai menyapu bersih lima pertandingan raihan 15 poin. Disusul oleh tim DKI Jakarta di posisi kedua dengan koleksi 12 poin.
Selain putra, tim polo air putri Jawa Barat sebelumnya juga berhasil menjadi juara mengalahkan tim DKI Jakarta dengan skor 10-8.
Otep berharap dengan prestasi yang ditorehkan, pemerintah provinsi Jawa Barat bisa terus memberi dukungan dalam hal pembinaan hingga menggelar kejuaraan turnamen rutin sehingga harapan untuk menjadi kiblat polo air bisa benar-benar terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.