Kisah Timnas Iran yang Dikepung Senjata di Piala Dunia 2026
Iran menghadapi pembatasan ketat di Piala Dunia 2026. Pemulihan pemain, perjalanan tim, dan persiapan laga terdampak aturan khusus.
Pesepak bola PSIM Jogja TA Mushafry tidak melakukan selebrasi usai mencetak ke mantan klubnya, Sriwijaya FC/Instagram PSIMJogja_Official
Harianjogja.com, PALEMBANG - Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro enggan banyak berkomentar terkait dengan keputusan dari wasit Rio Permana Putra dari Riau yang memberikan hadiah penalti kepada Sriwijaya FC pada menit 90+2.
Akibat keputusan tersebut, PSIM harus memupus poin di depan mata usai mengalami kekalahan 1-2, Minggu (15/3/2020) sore.
“Saya enggak mau komentar keputusan wasit. Artinya ke depan kami harus antisipasi lagi,” kata Seto.
“Bagi saya, selamat datang di Liga 2,” lanjut Seto.
Seto memilih mengapresiasi kerja keras dari Purwaka Yudi dan kawan-kawan yang menunjukkan mental tidak menyerah. Hal ini terbukti, meski sempat tertinggal 0-1, mereka mampu menyamakan kedudukan.
“Saya apresiasi pemain masih mau bangkit meski tertinggal. Kami juga harus banyak melakukan perbaikan, baik menyerang maupun bertahan,” ucap Seto.
Dua gol Sriwijaya FC dicetak oleh Rudiyana di menit ke-61 dan tendangan penalti Rahel Radiansyah di menit 90+2. Adapun gol PSIM dicetak oleh TA Mushafri di menit ke-83.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Iran menghadapi pembatasan ketat di Piala Dunia 2026. Pemulihan pemain, perjalanan tim, dan persiapan laga terdampak aturan khusus.
Bhutan memperkenalkan lima wisata wellness berbasis alam dan spiritualitas Himalaya, mulai yoga, meditasi, hingga terapi tradisional menchu.
OJK menyita 41 aset kasus BPRS GP Medan terkait dugaan pembiayaan fiktif dan pencatatan palsu senilai Rp15,47 miliar.
Kebakaran melanda pabrik arang briket di Karangpandan Karanganyar. Puluhan ton batok kelapa hangus, penyebab masih diselidiki.
Prabowo Subianto mengucapkan selamat ulang tahun ke-65 kepada Jokowi melalui Instagram Story @prabowo, Minggu (21/6/2026).
Kebijakan efisiensi anggaran dan penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan pemerintah tidak akan mengurangi kualitas layanan kebencanaan.