BYD Atto 3 Generasi Ketiga Resmi Meluncur Pakai RWD
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pesepak bola PSIM Jogja TA Mushafry tidak melakukan selebrasi usai mencetak ke mantan klubnya, Sriwijaya FC/Instagram PSIMJogja_Official
Harianjogja.com, PALEMBANG - Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro enggan banyak berkomentar terkait dengan keputusan dari wasit Rio Permana Putra dari Riau yang memberikan hadiah penalti kepada Sriwijaya FC pada menit 90+2.
Akibat keputusan tersebut, PSIM harus memupus poin di depan mata usai mengalami kekalahan 1-2, Minggu (15/3/2020) sore.
“Saya enggak mau komentar keputusan wasit. Artinya ke depan kami harus antisipasi lagi,” kata Seto.
“Bagi saya, selamat datang di Liga 2,” lanjut Seto.
Seto memilih mengapresiasi kerja keras dari Purwaka Yudi dan kawan-kawan yang menunjukkan mental tidak menyerah. Hal ini terbukti, meski sempat tertinggal 0-1, mereka mampu menyamakan kedudukan.
“Saya apresiasi pemain masih mau bangkit meski tertinggal. Kami juga harus banyak melakukan perbaikan, baik menyerang maupun bertahan,” ucap Seto.
Dua gol Sriwijaya FC dicetak oleh Rudiyana di menit ke-61 dan tendangan penalti Rahel Radiansyah di menit 90+2. Adapun gol PSIM dicetak oleh TA Mushafri di menit ke-83.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
I.League resmi rilis jadwal musim 2026/2027. Super League dimulai 4 September. Simak info League Cup terbaru untuk menambah jam terbang pemain di sini.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.