Advertisement
La Liga Spanyol Resmi Dihentikan untuk Menyikapi Virus Corona
Megabintang Barcelona Lionel Messi (kedua kanan) mencetak gol keempatnya ke gawang Eibar dalam laga lanjutan Liga Spanyol di Stadion Nou Camp, Barcelona, Spanyol, Sabtu (22/2 - 2020).(ANTARA)\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Para petinggi La Liga memutuskan untuk menghentikan kompetisi musim ini tanpa batas waktu saat jumlah korban meninggal di Spanyol akibat pandemi virus corona atau Covid-19 terus meningkat.
Pertandingan La Liga telah dihentikan sejak akhir pekan pertama di bulan Maret dan keputusan penundaan selama dua pekan dua pekan diumumkan pada pekan berikutnya.
Advertisement
Sekarang La Liga dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengatakan bahwa tidak akan ada kompetisi profesional di Spanyol sampai pemerintah memberikan lampu hijau.
"Komisi Pemantau yang dibentuk oleh Perjanjian Koordinasi RFEF-La Liga saat ini menyetujui penangguhan kompetisi sepak bola profesional sampai otoritas Pemerintah Spanyol memberikan lampu hijau tanpa adanya resiko kesehatan apa pun," ujar La Liga Spanyol dan RFEF dalam sebuah pernyataan bersama yang dilansir Sky Sports yang dipantau di Jakarta Senin.
"Baik RFEF dan La Liga ingin menyampaikan rasa terima kasih terbesar kepada semua orang yang mendedikasikan upaya terbaik mereka untuk memberikan layanan kepada warga Spanyol dan juga menyatakan belasungkawa kepada semua orang yang telah meninggal serta sambutan hangat dari dunia sepak bola kepada banyak keluarga yang kehilangan orang yang tercinta."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
Advertisement
Advertisement









