Bhutan Tawarkan 5 Wisata Wellness Himalaya, Fokus Penyembuhan Diri
Bhutan memperkenalkan lima wisata wellness berbasis alam dan spiritualitas Himalaya, mulai yoga, meditasi, hingga terapi tradisional menchu.
Chris Smalling./REUTERS
Harianjogja.com, JAKARTA - Keputusan berat diambil Chris Smalling pada bursa transfer musim panas lalu. Ia memutuskan untuk hengkang sementara dari Manchester United. Pria kelahiran London, Inggris, itu memilih tawaran AS Roma untuk bermain selama satu musim dengan skema peminjaman.
Sejumlah media Inggris kala itu menyebut Smalling frustrasi karena sulit menembus tim utama setelah United membeli bek Harry Maguire dari Leicester City. Terbukti, bek seharga 80 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,4 triliun itu menjadi pilihan utama manajer Ole Gunnar Solskjaer di awal-awal kompetisi musim ini.
Solskjaer menduetkan Maguire dengan Victor Lindelof. Selain itu, Smalling harus bersaing dengan Eric Bailly dan Phill Jones sebagai pelapis bek tengah United. Sejumlah fan Setan Merah sempat beranggapan ini adalah awal pudarnya karier Smalling.
Faktanya, prediksi itu salah. Smalling justru bersinar bersama gerombolan Serigala Ibu Kota--julukan klub itu--musim ini. Secara mengejutkan, Smalling kembali menemukan penampilan terbaiknya. Ia tampil kokoh mengawal kotak penalti Roma hingga menuai pujian dari fan dan sejumlah legenda hidup Seri A.
Puncaknya ketika sejumlah media Italia memberi julukan Smalldini untuk bekas bek Fulham itu. Ya, Smalldini adalah pelesetan dari nama Smalling dan Paolo Maldini, jagoan bek tengah AC Milan 1984-2009.
Kini Smalling dikabarkan betah bermain di Olimpico, meski saat ini Italia sedang mengunci negara mereka karena wabah virus corona alias Covid-19. Termasuk menghentikan untuk sementara kompetisi sepak bola.
Namun, di tengah libur kompetisi, kabarnya Roma sudah menyiapkan rencana untuk membeli Smalling pada jendela transfer musim panas nanti. Kabarnya United hanya mau melepas Smalling dengan harga 32 juta pound sterling atau sekitar Rp 576 miliar.
Bukan harga yang ramah untuk kocek Roma. Lagi pula Giallorossi harus bersaing dengan Arsenal dan Tottenham Hotspur. Soal kemampuan finansial, tentu saja kedua tim Inggris itu lebih unggul dibanding Roma.
Namun kabarnya Smalling sudah setuju bertahan lebih lama di Roma. Ia pun rela menurunkan standar gajinya. Selama bersama United, mantan bek Maidstone itu digaji 70 ribu pound sterling atau sekitar Rp 1,2 miliar per pekan. Sedangkan di Roma, Smalling memperoleh bayaran 57.692 euro atau sekitar Rp 894 juta per pekan.
Bagi Smalling, menit bermain lebih penting. Ia lebih rela gajinya dipangkas ketimbang hanya duduk-duduk di bangku cadangan tanpa kejelasan menit bermain. Selain itu, Smalling memang sudah betah tinggal di Roma.
"Beberapa pemain Roma pernah bilang, jika kamu tampil baik di sini, kota ini akan memberikan hal yang luar biasa. Saya betul-betul merasakannya," kata Smalling.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Bhutan memperkenalkan lima wisata wellness berbasis alam dan spiritualitas Himalaya, mulai yoga, meditasi, hingga terapi tradisional menchu.
SK Hynix melampaui Samsung di bursa Korea berkat lonjakan permintaan chip AI dan mengubah peta industri semikonduktor global.
Lagu kebangsaan Iran kembali dicemooh di Piala Dunia 2026. Diaspora Iran di LA tunjukkan penolakan. Iran imbang 0-0 lawan Belgia. Simak selengkapnya.
Pedagang Pasar Bendungan Kulonprogo mengeluh sepi pembeli akibat migrasi belanja masyarakat ke platform online.
Lock Screen iPhone punya banyak fitur tersembunyi seperti Wallet, widget, Live Activities, dan Siri untuk akses lebih cepat.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.