IHSG Menguat 2,3 Persen, Investor Sambut Positif Langkah BI
IHSG menguat 2,31% ke level 5.879,49 setelah investor merespons positif kenaikan BI Rate dan langkah stabilisasi pasar pemerintah.
Bernardo Silva/BBC
Harianjogja.com, JAKARTA - Gelandang Portugal Bernardo Silva hanya akan hengkang ke klub La Liga Spanyol jika harus keluar dari Manchester City.
Dikutip dari football-espana, Jumat (20/8/2021), alasan Bernardo Silva memilih klub asal Spanyol karena ingin lebih dekat bersama keluarganya. Belakangan Tottenham Hotspur tertarik mendatangkan Bernardo Silva.
Meskipun begitu, Silva sudah memberitahukan agennya, Jorge Mendes, bahwa dia hanya ingin pindah ke Spanyol jika harus hengkang dari City.
Sejauh ini, sudah ada dua klub Spanyol yang tertarik mendatangkan Silva, yaitu Atletico Madrid dan Barcelona, namun kepindahan tidak akan berjalan mudah.
Bernardo Silva bergabung dengan Manchester City dari AS Monaco musim panas 2017 dengan biaya transfer 50 juta euro (Rp854 miliar).
Selama membela City, Silva sudah 202 kali tampil dan menyumbangkan 35 gol serta 44 asis.
Dia juga berhasil menyumbangkan tiga gelar Liga Premier Inggris, satu Piala FA, empat Piala Liga, dan dua Community Shields untuk Manchester City.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG menguat 2,31% ke level 5.879,49 setelah investor merespons positif kenaikan BI Rate dan langkah stabilisasi pasar pemerintah.
KAI telah menutup 118 perlintasan sebidang dari target 172 lokasi pada 2026. Sebanyak 964 korban kecelakaan tercatat sejak 2023.
Harga cabai DIY saat panen raya masih di bawah HAP. Bapanas menyiapkan distribusi dan intervensi pasar untuk melindungi petani.
Piala Dunia 2026 resmi dimulai. Meksiko menghadapi Afrika Selatan pada laga pembuka, disusul Korea Selatan vs Ceko di Grup A.
Satpol PP Bantul baru menyelesaikan satu kasus Tipiring hingga pertengahan 2026. KUHAP baru membuat proses penindakan perda menjadi lebih kompleks.
Harga minyak dunia melonjak mendekati US$96 per barel setelah serangan terbaru AS ke Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global.