Indonesia Bisa Lolos Semifinal Piala AFF 2026, Ini Skenarionya
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
Piala Sudirman / Antara
Harianjogja.com, SOLO - Piala Sudirman atau Sudirman Cup merupakan pertandingan bulu tangkis yang diselenggarkana dua tahun sekali. Sudirman Cup yang didirikan di Indonesia, dihadiri oleh negara-negara lain.
Setiap negara mengirimkan lima wakil dari lima nomor di bulu tangkis. Maksudnya adalah, lima nomor yang akan dipertandingkan yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Diketahui, dalam pertandingan Piala Sudirman para pemain tidak memperebutkan hadiah uang. Pemain kelas dunia tersebut hanya bertanding membela nama negara untuk memperoleh poin peringkat BWF.
Berdirinya Sudirman Cup
Melansir laman bwfsudirmancup.bwfbadminton.com, pertandingan bulu tangkis internasional ini dibuat sebagai penghormatan untuk almarhum Dick Sudirman yang sudah berjasa di sejarah bulu tangkis dunia.
Tak hanya sebagai mantan pemain, Dick Sudirman juga pendiri PBSI dan memiliki julukan bapak bulu tangkis Indonesia.
Awal mulanya, terdapat anggota yang menyatakan diri sebagai World Badminton Federation memisahkan diri dari IBF (nama awal BWF) di tahun 1978.
Perpisahan itu kemudian membuat aspirasi bulu tangkis untuk diikutsertakan dalam Olimpiade menjadi terancam.
Dick Sudirman akhirnya menjadi jembatan bagi kedua federasi untuk saling bertukar pikiran.
Hingga akhirnya di tahun 1981, kedua federasi berdamai dan bersatu kembali.
Setelah kematian Dick Sudirman, teman lama sekaligus Wakil Presiden PBSI kala itu, Suharso Suhandinata, menulis surat kepada Presiden IBF Arthur Jones.
Ia meminta IBF untuk mempertimbangkan digelarkan kompetisi bulu tangkis di Indonesia memakai nama Sudirman.
Di tahun 1988, IBF menerima ide perlombaan beregu campuran dunia untuk dilakukan di Indonesia.
Trofi
Piala atau trofi Sudirman Cup dibuat dari perak padat berlapis emas 22 karat dengan tinggi 80 cm.
Badan piala berdiri di atas alas segi delapan yang terbuat dari kayu jati terbaik. Badan cangkirnya berbentuk seperti kok, sedangkan tutupnya dirancang seperti Candi Borobudur.
Gagangnya berbentuk seperti benang sari, melambangkan benih bulutangkis.
Trofi tersebut dibuat oleh Perusahaan Masterix Bandung dengan biaya USD 15.000 (sekitar Rp 27 juta) saat diserahkan kepada Federasi Bulu Tangkis Internasional pada Mei 1989.
Pertandingan pertama
Di tahun 1989, Sudirman Cup diselenggarakan untuk pertama kali dengan menghadirkan Indonesia, Korea Selatan, Inggris, Malaysia, China, dan Denmark.
Piala Sudirman pertama kali digelar di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta pada 24-29 Mei 1989.
Pada kejuaraan tersebut, Indonesia berhasil tampil sebagai juara dengan mengalahkan Korea Selatan dengan nilai 3-2.
Saat itulah satu-satunya gelar Piala Sudirman yang pernah diraih Indonesia.
Sejak tahun 1991, Piala Sudirman secara bergantian direbut Korea Selatan dan China.
Korea menjadi juara pada tahun 1991, 1993, dan 2003 sedangkan China juara pada 1995, 1997, 1999, 2001, 2005, 2007, 2009, 2011, 2013 dan 2015.
China yang terus jadi favorit, harus rela dikalahkan oleh Korea pada 2017 dengan skor 3-2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.