Advertisement
Preview HWFC Vs PSIM Jogja: Laskar Mataram Tak Boleh Kecolongan
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro - Instagram @psimjogja_official
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO—PSIM Jogja akan bertanding melawan Hizbul Wathan Football Club (HWFC) dalam lanjutan putaran kedua Liga 2 di Stadion Manahan Solo pada Senin (8/11/2021) pukul 18.15 WIB. Laskar Mataram wajib memenangi laga untuk menjaga peluang lolos ke fase lanjutan.
Kans PSIM untuk melaju ke 8 besar kini tipis. Anak asuh Seto Nurdiyantoro tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Grup C dengan nilai tujuh hasil dari satu kali menang, empat imbang, dan sekali kalah. PSIM terpaut lima angka dari pemimpin klasemen Persis Solo dan empat angka dari runner up PSCS Cilacap. Dengan empat laga tersisa, PSIM tak boleh kehilangan angka. Kemenangan atas HWFC sangat penting sebelum Laskar Mataram menjalani big match melawan Persis Solo pada 15 November nanti. Jika sampai gagal menang atas HWC, langkah PSIM menuju 8 Besar akan kian tertutup.
Advertisement
BACA JUGA: PSSI Laporkan Dugaan Suap Pengaturan Skor Liga 2 ke Polda Metro Jaya
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro menyebut beberapa pemain masih dibekap cedera. Ia menunggu informasi lanjutan dari tim medis jelang laga besok sore. Ia ingin pemain mengerahkan seluruh kemampuan demi kemenangan. Menurutnya, akan ada perubahan gaya bermain menyusul bergabungnya Pelatih Freddy Muli ke HWFC.
“Dulu saya belajar ke Coach Freddy dan besok saya juga belajar ke beliau. Evaluasi finishing selalu ditanyakan saat jumpa pers, dari awal latihan penyelesaian akhir selalu ada perkembangan. Pemain enjoy saja yang penting menang, siapa saja yang cetak gol sama saja,” kata dia, Minggu (7/11/2021).
Pada laga melawan HWFC di putaran pertama, PSIM kebobolan di menit ke-88 sehingga harus puas bermain imbang 1-1.
Seto tak ingin kejadian itu terulang. Ia meminta para pemain untuk terus fokus di awal hingga akhir pertandingan.
Di atas kertas, HWFC adalah tim terlemah di Grup C karena terperosok di dasar klasemen tanpa sekali pun kemenangan.
HWFC sekarang dipimpin oleh pelatih berpengalaman Freddy Muli setelah pelatih sebelumnya, Mochammad Herrie Setyawan, mundur dari kursi kepelatihan.
Asisten Pelatih HWFC, Adam Haris, mengakui berada di dasar klasemen membuat target lolos ke fase selanjutnya sangat berat. HWFC memilih fokus menyelesaikan empat laga sisa. Ia menargetkan sapu bersih di laga sisa bersama pelatih anyar mereka.
“Kami berusaha semaksimal mungkin meraih kemenangan penuh di seluruh pertandingan ini. Kalau melihat peluang ke babak delapan besar saya rasa cukup berat tapi kami optimistis bagaimanapun hasilnya. Sisa pertandingan ini tidak ada kata menyerah sekuat tenaga kami semua,” kata dia.
Ia menambahkan dalam laga kelima itu seluruh tim sudah mengevaluasi total dari segi permainan. Seluruh pemain mampu menjalankan instruksi pelatih dengan program bertahan, menyerang, maupun transisi secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Aliran Uang Korupsi K3 Kemenaker Terkuak di Sidang, Capai Ratusan Juta
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Bantul Terapkan WFH bagi ASN Mulai Pekan Ini
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Komunitas Jogja Istimewa di Bantul Langsung Gaet Ribuan Anggota
Advertisement
Advertisement





