Guru Besar UMY: Cegah Kekerasan Seksual Harus Benahi Ekosistem
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.
Laga PSIM melawan PSG Pati di Stadion Manahan, Solo, Rabu (24/11/2021) malam. - Instagram @psimjogja_official
Harianjogja.com, JOGJA--PSIM Jogja berhasil menundukkan PSG Pati dengan skor 1-0 dalam laga kesembilan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (24/11/2021) malam. Kemenangan itu dipersembahkan untuk suporter dan keluarga pemain.
Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraih oleh timnya meski dengan skor tipis. Kemenangan itu merupakan hasil kerja keras para pemain. Oleh karena itu kemenangan itu ia persembahkan untuk keluarga para pemain dan suporter yang sudah banyak memberikan dukungan.
BACA JUGA : Atasi PSG Pati, PSIM Selangkah Lagi Lolos ke 8 Besar
“Kemenangan ini saya tujukan untuk keluarga pemain, orangtua pemain, istri, anak permain, terima kasih atas doa, mohon doanya kembali dikirim ke kami untuk mendukung perjuangan kami. Kemenangan ini juga kami tujukan untuk suporter. Terima kasih dukungan, tetap selalu doakan kami dan dukung kami,” kata Seto dalam konferensi pers daring usai pertandingan.
Seto menilai dalam pertandingan tersebut pada babak pertama anak asuhnya memang lebih banyak mendapatkan tekanan dari PSG Pati. Tetapi ia melihat sisi positif dari Laskar Mataram yang mampu bertahan dengan baik sehingga mampu mengantisipasi berbagai serangan dari klub milik Atta Halilintar tersebut.
“Sementara di babak kedua lebih lepas, lebih bisa sedikit mengendalikan permainan. Menciptakan banyak peluang walaupun hanya satu yang bersarang, itu kita syukuri,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kerja keras para pemain, tetapi menurutnya perjuangan itu belum selesai dan masih panjang. Tetapi setidaknya kemenangan itu menjadi modal berharga untuk menuju delapan besar. Seto sangat berharap timnya bisa lolos ke fase delapan besar tersebut.
“Peluang ke 8 besar terbuka tetapi masih menunggu pertandingan lain seperti Cilacap dan solo. Kalau Cilacap menang lawan Solo mungkin akhirnya akan berubah, tetapi apa mau Solo kalah sama Cilacap, pertanyaan saya itu,” ucapnya.
BACA JUGA : Preview PSIM Vs PSG Pati: All Out demi 8 Besar
PSIM Jogja sempat tampil kurang maksimal pada awal-awal laga di Liga 2 bahkan sempat menelan kekalahan saat melawan PSCS dan beberapa kali bermain imbang. Namun performa PSIM terus menanjak dalam tiga laga terakhir. Mulai dari membekuk Hizbul Wathan, membungkam Persis Solo dan menundukkan PSG Pati. Seto menilai performa awal yang belum maksimal karena saat itu masih beradaptasi dengan pandemi Covid-19.
“Pertama kami adaptasi dengan situasi pandemi itu jadi evaluasi kami, jadi dua pertandingan tidak maksimal. Ini pelatih pemain saling dukung beri masukan evaluasi dan yang pasti ini kemauan pemain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.
Argentina menang 3-1 atas Yordania di Piala Dunia 2026. Messi cetak rekor dan La Albiceleste juara Grup J sempurna.
Harga pangan 28 Juni 2026 fluktuatif. Cabai rawit Rp69 ribu/kg, bawang dan daging masih tinggi menurut data PIHPS BI.
Ducati meluncurkan Panigale V4 Márquez 2025 edisi juara dunia MotoGP, hanya 293 unit dengan komponen premium dan desain eksklusif.
Tiket konser comeback BIGBANG ludes 22 menit. Tur dunia 2026–2027 termasuk Jakarta, menandai 20 tahun debut mereka.
Apple dikabarkan melobi pemerintah AS untuk akses chip CXMT di tengah krisis pasokan memori akibat lonjakan permintaan AI global.