Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Mikel Arteta./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Laga lanjutan pekan ke-34 Liga Inggris akan mempertemukan Arsenal vs Manchester United (MU) di Emirates Stadium, Sabtu (23/4/22) pukul 18.30 WIB.
Menghadapi MU di Emirates Stadium, pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengakui minimnya persiapan skuatnya setelah berlaga kontra Chelsea di tengah pekan lalu.
BACA JUGA: Salah Satu Sponsor Terlibat Mafia Minyak Goreng, Persis Solo Putus Kerja Sama
Meski begitu, Arteta juga mengisyaratkan kepada seluruh timnya untuk tidak terbuai setelah menang atas Chelsea di tengah pekan lalu karena harus menyiapkan mental untuk melawan MU.
"Saya sekarang memikirkan MU. Yang ini [kemenangan atas Chelsea] sudah selesai sekarang, kami sudah menikmatinya di ruang ganti. Sekarang ini tentang pemulihan, mempersiapkan mental," ucap Arteta dilansir dari laman resmi klub.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui pertandingan lawan MU sangat berpengaruh untuk timnya di sisa pertandingan Liga Inggris. Untuk itu, dia meminta dukungan dari fan untuk memenuhi Emirates pada laga melawan Setan Merah.
“Kami tidak punya waktu untuk mempersiapkan pertandingan, jadi kami harus membutuhkan orang-orang kami [suporter] untuk muncul dan menjadikan Emirates tempat yang hidup ketika melawan Manchester United," lanjut Arteta.
BACA JUGA: Ini Alasan Hambali Thalib Gabung PSS Sleman
Baik Gunners maupun Setan Merah sama-sama menginginkan poin penuh untuk mengejar Tottenham Hotspur di peringkat keempat. Saat ini Arsenal berada di posisi kelima dengan poin 57 sama dengan Tottenham, sedangkan Manchester United berada di posisi keenam, berbeda tiga poin.
Laga Arsenal vs MU diprediksi akan seru. Jika melihat sisa pertandingan dari kedua tim di Liga Inggris, keduanya sama-sama memiliki kesempatan untuk finish di posisi empat besar dan lolos ke Liga Champions musim depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
AFEBIS mendorong kurikulum ekonomi syariah adaptif era digital untuk memperkuat ekosistem halal dan daya saing industri syariah Indonesia.
PDAM Batang menargetkan 2.000 pelanggan baru per tahun dengan menambah sumber air baku untuk mendukung pertumbuhan perumahan dan industri.
Rupiah diproyeksi menguat hingga Rp17.500 per dolar AS didukung kebijakan fiskal, suku bunga BI, dan membaiknya sentimen global.
Sultan HB X menegaskan demonstrasi adalah hak warga negara. Massa aksi Gejayan membawa 10 tuntutan terkait ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp578,93 miliar untuk mengejar target investasi nasional Rp2.322 triliun pada 2027.