Manchester City Resmi Tunjuk Enzo Maresca Jadi Pengganti Guardiola
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Sergio Alexandre - Instagram
Harianjogja.com, SEMARANG — PSIS Semarang resmi menunjuk pelatih kepala baru jelang pelaksanaan kompetisi pramusim dan kompetisi resmi Liga 1 musim 2022/2023.
Pelatih berlisensi CBF Pro asal Brasil, Sergo Alexandre resmi ditunjuk manajemen PSIS untuk menakhkodai tim di kompetisi Liga 1 2022/2023.
Sebelumnya, Sergio merupakan pelatih kepala Persiraja di putaran kedua Liga 1 2021/2022.
“Hari ini kami umumkan pelatih kepala baru PSIS yakni coach Sergio Alexandre. Tugas pertamanya tentu kompetisi pra musim dalam waktu dekat, semoga dia segera beradaptasi dengan tim dan bisa membawa PSIS meraih hasil yang diinginkan musim ini,” tandas Chief Executive Officer (CEO) PSIS, Yoyok Sukawi dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (10/7/2022).
“Selamat bergabung coach dan bawa PSIS berprestasi musim ini,” imbuhnya.
Sergio sendiri saat ini sudah tiba di Kota Semarang dan akan segera mendampingi tim untuk latihan dan kompetisi Piala Presiden 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Paraguai tetapkan hari libur nasional setelah menyingkirkan Jerman lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan melaju ke 16 besar.
Pengunjung kawasan pantai di Gunungkidul diminta untuk mewaspadai potensi serangan ubur-ubur. Diprediksi kemunculan hewan ini sampai pertengahan September 2026.
Kemkomdigi ungkap spam judi online naik 128 persen dan banyak menyasar akun influencer daerah di media sosial.
Embarkasi haji YIA Kulonprogo sukses menyelesaikan operasional perdana, Kemenhaj DIY siap tampung kuota tambahan jemaah.
Jerman dan Belanda tersingkir dari Piala Dunia 2026 lewat adu penalti, menegaskan bahwa dominasi bola tak menjamin kemenangan.