Banjir Bandang Nepal-Tibet, Kemlu Pantau 45 WNI
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Liliyana Natsir menerima penghargaan BWF Hall of Fame / PBSI
Harianjogja.com, JAKARTA — Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) memberikan anugerah Hall of Fame kepada Liliyana Natsir.
Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi prestasi besar yang diraih Butet, saapaan akrab Liliyana Natsir, selama berkarier di pentas bulu tangkis dunia.
Penyerahan penghargaan prestisius dari BWF untuk Liliyana Natsir itu digelar di sela-sela pertandingan babak semifinal turnamen bulu tangkis East Ventures Indonesia Open 2022.
Dalam acara yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6) siang, pebulutangkis spesialis ganda campuran itu mengaku kaget saat mendapat anugerah bergengsi dari induk organisasi bulu tangkis internasional.
Tidak heran pasangan Tontowi Ahmad itu menyebut senang karena perjuangannya selama ini merasa diapresiasi dengan hal ini.
"Rasanya senang, tidak menyangka meraih gelar ini. Saya kira, saya mendapat bersama Tantowi Ahmad. Ternyata hanya saya sendiri," kata Liliyana Natsir.
"Saya rasa Tontowi nantinya akan menyusul, mengingat saat ini hanya saya dan Zhao Yun Lei yang mendapat gelar anugerah dari BWF tahun ini," ucap perempuan kelahiran Manado, 9 September 1985 itu.
Bagi Butet, gelar ini bermakna besar baginya karena selain prestasinya diakui oleh masyarakat Indonesia, publik internasional juga memberikan apresiasi.
Terlebih dirinya menjadi wanita kedua Indonesia setelah Susy Susanti yang meraih penghargaan Hall of Fame dari BWF.
"Bagi saya dengan penghargaan ini bermakna besar, mengingat prestasi saya dihormati di dunia. Saya menunjukkan pantas diperhitungkan dan diharapkan penghargaan ini memberikan motivasi untuk generasi muda untuk terus berprestasi mengharumkan Indonesia," tambah Butet.
Prestasi Butet di dunia bulu tangkis terbilang apik, mengingat banyak gelar mayor telah diraih. Di antaranya hattrick di All England bersama Tontowi Ahmad, medali emas Olimpiade Rio 2016, dan empat gelar juara dunia.
Buet pun menjadi orang Indonesia ke-10 yang masuk dalam daftar penerima penghargaan elite BWF Hall of Fame.
Adapun sembilan pebulu tangkis legendaris Indonesia yang sudah masuk BWF Hall of Fame terlebih dahulu adalah, Rudy Hartono, Dick Sudirman, Christian Hadinata, Liem Swie King, Susy Susanti, Tjun Tjun, Johan Wahjudi, Rexy Mainaky, dan Ricky Soebagdja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.