KIP Kuliah 2026 Mulai Cair, Ini Hak dan Larangannya
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Imran Nahumarury (kiri) memimpin latihan perdana PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida, Jumat (3/6/2022). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA — Pelatih PSIM Jogja Imran Nahumarury mengaku berkeinginan agar timnya menjalan uji tanding dengan tim selevel. Hal itu dilakukan agar bisa mengukur sejauh mana kemampuan anak asuhnya jelang kick off Liga 2 2022/2023.
“Terkait uji tanding kita lihat nanti, yang pasti kita akan rencanakan main di luar karena itu bagus juga untuk kita, bisa melihat sejauh mana kita perlu perbaiki tim ini, bagus juga untuk mengasah mentalitas pemain main di luar,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/6/2022).
“Tapi untuk berapa kali lagi itu kita lihat nanti, yang jelas kita akan naik level untuk uji tanding dengan tim Liga 2 dan harapannya bisa melaksanakan uji tanding dengan tim Liga 1 juga,” kata Imran.
PSIM Jogja sendiri meraih hasil positif dalam latih tanding bersama tim Pekan Olahraga Daerah (Porda) di stadion Mandala Krida, Jogja, Sabtu (25/6/2022) pagi. Jodi Kustiawan dan kawan-kawan meraih kemenangan saat menghadapi Porda kota Jogja dengan skor 7 gol tanpa balas.
Pada babak pertama, PSIM Jogja berhasil mencetak gol melalui Serdhy Ephyfano, Ghulam Fatkur Rahman, dan Ocvian Chanigio. Skor 3-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSIM Jogja kembali memperbesar keunggulan setelah Johan Yoga berhasil memanfaatkan bola muntah di depan gawang lawan. Tidak berselang lama, PSIM Jogja kembali menambah pundi-pundi gol melalui kaki Yudha Alkanza dari titik putih. Tidak puas dengan hasil 5-0, PSIM kembali mencetak 2 gol melalui kaki Ken Noveryan Achbar.
“Saya tidak ingin berbicara kemenangannya, tapi step by step setiap pertandingan ada perubahan. Defending, menyerang, transisi, semua terlihat tadi, jadi semua yang kita mau mereka bisa aplikasikan,” terang Imran.
“Jadi bukan hasilnya, tapi bagaimana di pertandingan pertama, kedua, ketiga itu sudah mulai terlihat saat bertahan bagaimana, saat menyerang bagaimana, saat kehilangan bola bagaimana, mereka bisa melakukannya. Meskipun belum sempurna tetapi perubahannya sangat jauh jika dibanding pertandingan pertama,” papar Imran.
“Saya sebisa mungkin membuat sesuatu yang sederhana tapi pemain paham, karena kan tidak mungkin main bola cuma mengandalkan position, tapi kalau tidak menyerang ya sama saja karena kan yang dilihat hasil akhirnya. Kalau bisa ya position bagus, tapi ada tujuan dan ada gol, itu coba kita pelan-pelan kasih tau ke pemain,” imbuhnya.
Meski begitu, Imran mengaku akan terus melakukan evaluasi dari berbagai aspek, baik defending, cara menyerang, transisi, dan set piece, sebelum mengarungi kompetisi Liga 2 mendatang.
“Saya pikir semua aspek harus dievaluasi, dari defending, menyerang, transisi, set piece, itu masih akan kita matangkan. Kita juga sudah latihan khusus finishing dan set piece,” ujar Imran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Malioboro dipadati 50.138 wisatawan saat long weekend. Puncak kunjungan terjadi malam hari di Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Aston Villa menang 4-2 atas Liverpool di Liga Inggris 2025/2026 dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.