Siapa Joanna Wietrzyk? Juara HYROX Beijing yang Viral Gegara Cepirit di Arena
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan - Instagram : Badminton.ina
Harianjogja.com, TOKYO — Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan harus puas menjadi runner up setelah kalah dari pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022.
Pada partai final tersebut The Daddies harus menyerah dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 19-21, dan 14-21 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Minggu (28/8/2022).
Di awal gim, Ahsan/ Hendra tampil cukup meyakinkan dengan langsung meraih tiga angka berturut. Namun, Aaron/ Soh mampu bangkit dan membalikkan keadaaan sebelum akhirnya menutup gim pertama dengan 19-21.
Pada gim kedua, Ahsan/Hendra yang sempat tertinggal 9-11 di interval gim kedua mencoba bangkit. Akan tetapi, kesulitan menembus pertahanan Chia/Soh. Ahsan/Hendra pun menyerah di gim kedua dengan skor 14-21.
Secara keseluruhan di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022, Indonesia harus puas meraih satu medali perak dan satu medali perunggu. Semua medali dipersembahkan dari sektor ganda putra. Ahsan/Hendra meraih medali perak sementara pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Lowongan magang DPR RI 2026 tersedia di SMART. Cek posisi, batas pendaftaran, syarat dokumen, dan cara daftar secara online.
New York mempertimbangkan larangan YouTube di sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa pada gawai dan teknologi digital.
Jadwal Moto3 Austria 2026 di Red Bull Ring, termasuk sesi latihan, kualifikasi, dan balapan Veda Ega Pratama.
Juventus Stadium resmi dipilih UEFA sebagai venue final Conference League 2028. Simak daftar lengkap stadion final UEFA 2027-2029.
Madring menuai kritik setelah debut F1 GP Spanyol 2026. Oscar Puente menyebut balapan seperti Monako, tetapi lebih cepat.