Messi vs Mbappe: Berduel Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia
Messi samai rekor Klose di Piala Dunia, Mbappe mengancam. Siapa jadi top skor sepanjang masa?
Gilang Widya Permana/IG @juragan_99
Haianjogja.com, SOLO—Gilang Widya Pramana alias Juragan 99 mengundurkan diri dari jabatan Presiden Arema FC, Sabtu (29/10/2022).
Hal tersebut disampaikan oleh Gilang dalam konferensi pers di kantor Arema FC. Mundurnya ia dari Arema didasari atas rasa kemanusiaan atas tragedi Kanjuruhan yang menewaskan nyawa ratusan suporter.
"Saya rasa Arema FC memerlukan sosok yang lebih baik yang bisa membawa tim lebih solid, kuat, dan baik. Maka per hari ini, saya menyatakan mundur dari Presiden Arema FC," kata Gilang dalam keterangan resminya.
Ia menjabat sebagai Presiden Arema FC selama 1 tahun 4 bulan. Selain itu, ia juga menjadi sponsor untuk klub bola asal Malang tersebut.
Gilang juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah pemilik Arema FC.
"Posisi ini (presiden) adalah kehormatan saya selaku investor. Oleh owner dan dewan direksi saya diberikan jabatan ini," katanya.
Mundurnya dirinya dari jabatan presiden ini tak berkaitan dengan orang lain. Melainkan murni karena adanya tekanan jiwa yang dirasakannya.
"Pengunduran diri tidak ada tekanan dari pihak manapun, itu murni karena tanggung jawab moral, itu murni karena saya sangat merasakan kesedihan, traumatis, dan saya bertanggung jawab untuk mundur," tegasnya di hadapan wartawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI-Bisnis.com
Ekspor Indonesia Juli 2026 diproyeksi membaik, tetapi Apindo mengingatkan tekanan biaya produksi masih mengancam pemulihan.
Mendag Budi Santoso menyebut BRICS menyepakati mayoritas substansi perdagangan meski belum mencapai joint statement.
Jelang HUT ke-81 RI, DPRD Bantul mengajak warga mengibarkan Merah Putih dan menjaga kondisi serta pemasangannya.
Pagar SDN Minomartani 2 di Ngaglik, Sleman, roboh saat jalan santai. Sebanyak 10 warga tertimpa dan dilarikan ke tiga rumah sakit.
Seskab Teddy mendorong anak putus sekolah kembali belajar melalui Sekolah Rakyat. Program ini disebut telah memberi akses pendidikan bagi 43.000 anak.